Selasa, 17 Juni 2025

Meneladani Kebijaksanaan Rabiah al Adawiyah

MATERI
Rabi’ah dilahirkan dengan nama Rabi’ah binti Ismail bin Hasan bin Zaid bin Ali bin Abi Thalib di Basrah. Beberapa riwayat juga menyebutkan nama lengkapnya sebagai Ummi al-Khair binti Ismail al-Adawiyah. Namun, tidak terdapat bukti autentik mengenai tahun kelahirannya secara pasti. Sejarah mencatat berbagai kejanggalan tentang tahun kelahirannya, yang diperkirakan berada di antara tahun 95 dan 99 H (713 atau 717 M).

Sejak kecil, Rabi’ah sudah dikenal sebagai anak yang salihah dan hafal Al-Quran. Di usia 10 tahun, ia mulai bekerja keras mencari nafkah demi bertahan hidup. Dalam buku Rabi’ah al-Adawiyah: Perjalanan dan Cinta Wanita Sufi (2019) yang ditulis oleh Azeez Naviel Malakian, keluarganya digambarkan sebagai keluarga yang sangat miskin. Bahkan, ketika ia lahir, orang tuanya tidak mampu menyediakan minyak untuk lampu sehingga rumah mereka gelap gulita.

Rabi’ah menjadi yatim piatu tanpa meninggalkan warisan apa pun dari kedua orang tuanya. Masa remajanya ia habiskan sebagai pelayan di keluarga kaum Mawali al-Atik dari suku Qais. Meskipun demikian, hidupnya ia jalani dengan penuh keteguhan dan cinta hingga akhirnya berhasil meraih kebebasannya.

Dalam buku terjemahan Pergulatan Hidup Perempuan Suci Rabi’ah al-Adawiyah (1999) karya Widad el-Sakkaini, diceritakan suatu malam tuannya terbangun karena mendengar suara rintihan dan doa-doa Rabi’ah. Saat mengintip melalui celah kamar, ia melihat cahaya menyinari seluruh ruangan tempat Rabi’ah berada. Peristiwa itu membuat sang tuan merasa malu, sehingga esoknya ia memutuskan untuk membebaskan Rabi’ah dari status pelayanannya.

Setelah mendapatkan kebebasan, perjalanan sufistik Rabi’ah al-Adawiyah berawal dengan ekspresi artistik—bernyanyi, bermain seruling, dan menyampaikan kecintaannya pada Tuhan melalui syair-syair cinta yang mendalam. 

Rabi’ah sendiri tidak menyusun teori cinta secara formal seperti yang dikenal saat ini. Namun, para ulama dan sufi sering mengutip syair-syair serta ungkapan-ungkapannya, yang kemudian menjadi dasar lahirnya berbagai teori dan konsep cinta, sering kali dikaitkan dengan istilah mahabbah Rabi’ah.

Lewat syair-syairnya, dapat kita pahami bahwa konsep cinta menurut Rabi’ah terbagi dalam dua terminologi utama: cinta sejati (al-Hubb al-Haqiqi) dan cinta duniawi (al-Hubb al-Danasi). Cinta sejati diarahkan sepenuhnya kepada Tuhan sebagai ekspresi spiritual paling murni. Sedangkan cinta duniawi lebih ditujukan kepada hal-hal selain Tuhan, mencerminkan hubungan dengan dunia material.

Pemahaman Rabi’ah tentang cinta dapat dianggap sangat ekstrem atau bahkan radikal jika dilihat dari perspektif masyarakat saat ini. Meski demikian, ada pelajaran yang sangat berharga dari ajaran cintanya. Pertama, cinta sejati menuntut fokus yang totalitas hanya kepada Yang Dicintai—dalam hal ini Tuhan—sambil menutup diri dari segala aspek duniawi serta daya tariknya. Seorang sufi harus mengalihkan pandangannya dari kesenangan duniawi demi mencapai hubungan yang indah dan murni dengan Sang Kekasih.

Kedua, Rabi’ah mengajarkan bahwa cinta haruslah langsung tertuju kepada Tuhan tanpa kompromi pada hal-hal lain. Keputusan untuk tidak menikah menjadi simbol komitmen cintanya yang utuh kepada Tuhan. Ia dengan tegas menolak lamaran Muhammad bin Sulaiman al-Hasyimi, seorang pejabat Abbasiyah di Basrah, serta Hasan al-Basri, seorang sufi terkemuka.

Pada akhirnya, apa yang membedakan pengertian cinta antara seorang sufi seperti Rabi’ah dan orang biasa terletak pada pengalaman spiritual masing-masing individu saat menjalani perjalanan mendekat kepada Sang Khalik. Konsep cintanya adalah cinta spiritual yang mendalam, jauh dari cinta duniawi atau cinta yang digerakkan oleh nafsu seperti dalam kehidupan sehari-hari. Pesan yang ditinggalkan begitu kaya dan menggugah pemaknaan kita akan kasih yang sejati.

DISKUSI

Pertanyaan:
1. Mohon maaf sebelumnya, saya masih awam. Apa sebenarnya arti dari kata sufi?

Jawaban:  
Sufi adalah seseorang yang ahli dalam ilmu tasawuf atau sufisme. Tasawuf, yang juga dikenal dengan sebutan sufisme, merupakan salah satu cabang ilmu penting dalam Islam, selain ilmu tauhid dan ilmu fiqih. Ilmu tasawuf berfokus pada pengembangan diri untuk melepaskan keterikatan terhadap hal-hal duniawi.

Kata sufi diyakini berasal dari istilah suf, yang berarti kain wol. Hal ini merujuk pada jubah atau khirqah yang sering dikenakan oleh para sufi pada masa awal perkembangan sufisme.

---

Pertanyaan:
2. Assalamualaikum, izin bertanya. Siapa guru ruhani beliau? Apakah kezuhudan yang membuat beliau tidak menikah sepanjang hidupnya? Terima kasih.

Jawaban:  
Rabiah Al-Adawiyah berguru kepada ulama dan cendekiawan besar Hasan Al-Basri, yang merupakan seorang tabi’in (generasi setelah para sahabat Rasulullah). Disebutkan juga bahwa beliau memiliki beberapa guru lainnya selain Hasan Al-Basri.

Dalam kitab Al-Bayan wa Al-Tabyin, terdapat kisah tentang Rabiah yang pertama kali didokumentasikan oleh Al-Jahizh, seorang tokoh asal Basrah. Ada kemungkinan bahwa Al-Jahizh pernah bertemu langsung dengan Rabiah Al-Adawiyah.

Rabiah mengajarkan bahwa cinta sejati harus sepenuhnya ditujukan kepada Allah, dengan mengesampingkan segala hal lainnya. Cinta mendalam inilah yang kemudian membuatnya memilih untuk tidak menikah, bahkan menolak lamaran Muhammad bin Sulaiman al-Hasyimi.

Tanda-tanda cinta ilahiah menurut Rabiah:

1. Rasa bahagia ketika ingin bertemu dengan Sang Kekasih (Allah), hingga tabir (kasyf) terbuka.  
2. Mendahulukan apa yang dicintai Allah daripada apa yang dicintai dirinya sendiri.  
3. Selalu mengingat-Nya dan memperbanyak dzikir kepada Allah.  
4. Menyendiri untuk beribadah hanya kepada Allah, bermunajat kepada-Nya, dan membaca firman-Nya dalam Al-Qur'an.  
5. Tidak menyesali apa yang hilang darinya selain Allah.

---

Pertanyaan:
3. Apa hakikat cinta?  

Jawaban:  
Kita dapat mengambil pelajaran dari pemikiran Rabi’ah al-Adawiyah tentang cinta, yaitu cinta yang bersifat spiritual atau mahabbah. Cinta ini bukanlah nafsu atau cinta seperti pada umumnya, melainkan cinta murni kepada Allah.  
Menurut Rabi’ah, jalan menuju cinta ilahi dimulai dengan taubat, diikuti oleh ridha kepada Allah. Dalam surat Al-Bayyinah ayat 8, disebutkan bahwa "Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya." Oleh karena itu, kita harus terlebih dahulu ridha atas apa yang Allah berikan, bukan menunggu ridha Allah kepada kita lebih dahulu.

Hakikat cinta sejati digambarkan sebagai keadaan tanpa jarak antara yang mencintai dan yang dicintai. Cinta adalah ekspresi rindu dan luapan perasaan yang tidak dapat sepenuhnya diungkapkan dengan kata-kata. Ia adalah pengalaman spiritual yang mendalam dan transformasional. Dalam cinta ini, seseorang kehilangan ego dan larut dalam kedekatan dengan Allah, hingga segala aspek kehidupan diarahkan untuk menyaksikan dan merasakan kehadiran-Nya. Cinta sejati melibatkan kebesaran, keinginan yang tak tersampaikan, hati yang penuh kerinduan, serta ketundukan total. Meskipun terasa berat, cinta semacam ini membawa keindahan yang abadi.

--- 

Pertanyaan: 
4. Apakah diperbolehkan bagi seseorang di zaman modern untuk mengikuti jalan Rabi’ah al-Adawiyah secara utuh? Bagaimana cara agar kita memiliki rasa cinta yang kuat kepada Allah dan memperdalam kehidupan sufistik?  

Jawaban:  
Seseorang tentu dapat belajar dan mengaplikasikan nilai-nilai dari jalan spiritual Rabi’ah al-Adawiyah asalkan tetap relevan dengan keadaan di masa kini dan tidak melanggar syariat.  

Untuk membangun rasa cinta kepada Allah dan meningkatkan kesufian, diperlukan langkah-langkah berikut:  

1. Taubat – Bertaubat secara tulus kepada Allah atas segala kekhilafan, menjadikan diri lebih bersih dari dosa-dosa yang menghalangi hubungan dengan-Nya.  
2. Membersihkan hati (shofwah) – Proses ini melibatkan penghilangan sifat-sifat buruk seperti iri hati, kesombongan, dan dengki, kemudian menggantinya dengan sifat-sifat baik seperti kasih sayang, ikhlas, dan rendah hati.  
3. Wilayah (kewalian) – Mendekatkan diri secara konsisten kepada Allah melalui ibadah, zikir, doa, dan amal kebaikan hingga mencapai tingkat kedekatan spiritual yang mendalam.  
4. Fana’ – Melepaskan ego dan keterikatan dengan duniawi agar hati sepenuhnya fokus kepada Allah. Ini adalah puncak dari perjalanan spiritual di mana seseorang merasa dirinya lenyap dalam kehadiran-Nya.

Proses ini memerlukan komitmen yang besar dan keikhlasan, serta selalu berusaha menjaga hubungan dengan Allah melalui niat yang murni dan perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari.

---

Pertanyaan:
5. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin bertanya, Gus.

Tentang pemahaman syair "Ilahi anta maqsudi waridhoka matlubi, atini mahabbataka wama'rifataka" bagaimana maknanya?

Jawaban:  
Secara keseluruhan, syair ini merupakan doa yang penuh makna, memohon kepada Allah agar diberikan cinta-Nya, keridhaan-Nya, serta pengetahuan tentang diri-Nya. Doa ini mencerminkan kepasrahan dan kesadaran seorang hamba akan kebesaran Allah, sekaligus menunjukkan kerinduan untuk senantiasa dekat kepada-Nya.  

Kalimat *Ilahi anta maqsudi waridhoka matlubi, atini mahabbataka wama'rifataka* sering kali diwiridkan dalam amalan tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah sebagai bentuk dzikir mendalam. Doa ini dapat dipahami sebagai berikut:  

**Ilahi anta maqsudi**  
"Ya Allah, Engkaulah tujuanku." Ini menyiratkan bahwa tujuan utama hidup seorang mukmin adalah mengarahkan segalanya untuk mencari dan mendekatkan diri kepada Allah.  

**Waridhoka matlubi**  
"Ridha-Mu yang kuinginkan." Menegaskan bahwa tujuan tertinggi seorang manusia adalah meraih keridhaan Allah di atas segalanya, menjadikannya pusat segala usaha dan pengorbanan hidup.  

**Atini mahabbataka**  
"Berikanlah aku cinta-Mu." Sebuah permohonan yang tulus agar mendapat anugerah cinta dari Allah, yang menjadi sumber kebahagiaan, kekuatan, dan motivasi dalam menjalani ibadah.  

**Wama'rifataka**  
"Dan pengetahuan tentang diri-Mu." Mengungkapkan harapan untuk diberi pengenalan dan pemahaman mendalam tentang Allah. Mengenal Allah merupakan hal yang sangat ditekankan dalam Islam sebagai landasan iman sejati.  

Memahami dan menghayati doa ini dapat menjadi obat hati bagi siapa saja yang ingin merasakan cinta ilahi secara mendalam.

---

Pertanyaan:
6. Bagaimana cara bertaubat yang benar sesuai dengan Al-Qur'an, khususnya taubatan nasuha? Apakah hanya cukup dengan penyesalan saja, atau ada syarat-syarat yang harus dipenuhi?

Jawaban:  
Taubat yang benar dikenal sebagai taubatan nasuha, yaitu pertobatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, tulus, dan sepenuhnya ikhlas kepada Allah. Berikut beberapa syarat taubat yang perlu dipahami:  

- Menyesali dosa yang telah dilakukan: Penyesalan adalah langkah awal untuk menyadari kesalahan.  
- Berhenti dari dosa: Taubat harus segera diikuti dengan meninggalkan perbuatan dosa secara total, tanpa berkompromi.  
- Berjanji untuk tidak mengulanginya lagi: Tekad kuat untuk tidak kembali melakukan dosa tersebut menjadi kunci taubatan nasuha.  
- Mengembalikan hak orang lain (jika berkaitan dengan manusia): Jika dosa menyangkut hak orang lain (seperti mencuri atau menyakiti), maka hak tersebut harus dikembalikan atau diselesaikan terlebih dahulu.

Apabila dosa tersebut dilakukan kembali setelah taubat, maka taubat sebelumnya belum termasuk taubatan nasuha, melainkan hanya sebatas "taubat kapok lombok" karena tidak didasari niat yang kuat. Maka, pertobatan sejati diperlukan kejujuran terhadap diri sendiri dan rasa takut kepada Allah.

---

Tanda-tanda cinta ilahiah

1. Rasa rindu yang mendalam untuk bertemu dengan Allah hingga terungkap rahasia-Nya (kasyf).  
2. Mengutamakan apa pun yang dicintai oleh Allah lebih dari apa yang disenangi dirinya sendiri.  
3. Senantiasa mengingat Allah dan memperbanyak zikir.  
4. Berupaya mendekatkan diri kepada Allah melalui khalwat, munajat, dan membaca Al-Qur'an.  
5. Tidak menyesali kehilangan apa pun di dunia kecuali kedekatan dengan Allah.   
6. Merasakan kenikmatan dalam beribadah dan tidak menganggapnya beban.  
7. Bersikap lembut serta penuh kasih sayang terhadap semua makhluk-Nya.  
8. Memiliki perpaduan antara rasa takut dan harapan saat mencintai Allah.  
9. Menyembunyikan cintanya kepada Allah sebagai bentuk pemuliaan atas kasih tersebut.  
10. Senantiasa merasa rida kepada ketentuan dan keputusan Allah sebagai manifestasi cinta sejati.

Senin, 16 Agustus 2021

CERITA SINGKAT PAKAIAN PUTIH WALI PAIDI

CERITA SINGKAT PAKAIAN PUTIH WALI PAIDI

Suatu ketika, ada seorang tamu yang hendak berkunjung ke rumah wali paidi, 

Tamu : "Eh, wali paidi.. Kamu kenapa setiap sholat kok makai pakaian putih, lengkap dengan jubah sorbannya?"

Wali Paidi : "Aku belajar mengikuti perintahnya Kanjeng Nabi."

Tamu : "Bukankah, kita di Indonesia, harus mengikuti adat budaya setempat."

Wali Paidi : "Bukankah usai ibadah aku udah memakai pakaian sesuai adat budaya setempat."

Tamu : "Tapi kan, lebih bagus, bisa menyesuaikan, baik ibadah maupun bermasyarakat."

Wali Paidi : "Seandainya ada pakaian yang mampu mengalahkan pahala keutamaan dari pakaian putih, jubah, sorban, aku siap untuk melepaskan semua atribut ini, dan kalau bisa kasih referensi dan tendensi yang jelas, bersanad."

Tamu : "Gak tau 🥺, tapi kan kalau kamu makai pakaian seperti ini kamu di anggap asing."

Wali Paidi : "Akan ada zaman ketika melaksanakan tuntunan menjadi tontonan.. Tatkala menunaikan keta’atan kepada Allah SWT dianggap sebagai keanehan, manakala bersungguh-sungguh dalam memenuhi kewajiban agama dipandang sebagai perilaku berlebihan, dan bahkan melampaui batas. Akan datang suatu masa saat berpegang teguh kepada Dinul Islam ini dianggap ketidakwarasan. Mereka asing di mata manusia, dan manusia pun mengasingkannya. Teringatlah kita kepada sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam:

“بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ”

"Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana munculnya, Karena itu, beruntunglah orang-orang yang asing". (HR Muslim)

Jika telah tiba masanya, yang bersungguh-sungguh melaksanakan agama ini dianggap aneh. Amalan mereka tampak asing. Mereka melaksanakan amal shalih, Sunnah Rasul dan ‘ibadah berdasarkan tuntunan dari Rasulullah SAW, tapi manusia mengingkari. Orang-orang yang dianggap asing dan terasingkan itu sesungguhnya justru orang yang shalih di tengah-tengah kerusakan yang menimpa ummat. Tapi sebagian besar manusia mengingkari. Hanya sedikit sekali manusia yang mendengar kata-katanya dan mengikuti apa yang dinasehatkannya."

Tamu :  "Masyaa Allah 😭"

MUTIARA NADZOM
SAYYIDI SYAIKHUNAL MUKARROM HABIBULLAH MAULANA HABIB UMAR BIN ISMA'IL BIN YAHYA PANGURAGAN - CIREBON

Laailaahaillallooh Al-Malikul Haqqul Mubin
Muhammadur Rosululloh Shodiqul Wa’dil Amiin

Gusti sinuhun nawuri sorban
Ngideri mesjid minangka hudan

Dipun beber Nyai Mas Ayu
Gandasari saking Dermayu

Duh Gusti sae temen
Sorban niki kangge sinten

Jawab Gusti sorban niki
Kangge umat Kanjeng Nabi

Umat ing kang purun sholat
Serta nurut perentah sunnat

Perentah Allah kang den pasti
Ora tinggal sampe mati

KEUTAMAAN SORBAN

عن جابر قال, قال رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم: رَكْعَتَانِ بِعَمَامةٍ خَيْرٌمِنْ سَبْعِينَ رَكْعَةً بِلاَ عِمَامَةٍ)

Dari Jabir ia berkata, Rasulullah Saw bersabda : "Shalat dua raka’at dengan memakai sorban, lebih baik/utama dari pada shalat tujuh puluh raka’at tanpa memakai sorban." HR.Ad-Dailami, lihat kitab Syarah jami’ ash-Shagir oleh Syekh al-Manawi juz 4 hadits no4468). Shalat adalah menghadap Sang Maha Raja, dan datang menghadap ke hadirat Sang Maha Raja, tanpa berhias adalah menyalahi adab! (Kitab Tanqih al-Qaul)

Rabu, 27 Januari 2021

SERAT JOYOBOYO

SERAT JOYOBOYO

Mbesuk yen wis ono kreto tanpa jaran (mobil),
Tanah Jawa kalungan wesi (rel kereta api),
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang (pesawat),
Kali ilang kedhunge,
Pasar ilang kumandhang'e,
Iku tondho yen tekane jaman Joyoboyo wis cedhak.

Bumi soyo suwe soyo mengkeret,
Sekilan bumi dipajeki,
Jaran doyan mangan sambel,
Wong wadon nganggo pakeyan lanang
Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.

Akeh janji ora ditetepi,
Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe,
Menungso podho seneng nyalah,
Ora ngendahake hukum Alloh ,
Barang jahat diangkat-angkat,
Barang suci dibenci,
Akeh menungso mung ngutamakke dhuwit,
Lali kamanungsan,
Lali kabecikan,
Lali sanak lali kadang.

Akeh bopo lali anak,
Akeh anak wani nglawan ibu,
Nantang bopo,
Sedulur podho cidro,
Kulawargo podho curigo.
Konco dadi mungsuh.

Akeh menungso lali asale,
Ukuman Ratu ora adil.
Akeh wong pangkat sing jahat,
Akeh kelakuan sing ganjil,
Wong apik-apik podho kapencil,
Akeh wong nyambut gawe apik-apik podho ngroso isin,
Luwih utomo ngapusi,
Wegah nyambut gawe.

Kepingin urip mewah,
Ngumbar nafsu angkoro murko, nggedhekake duroko,
Wong bener thenger-thenger,
Wong salah malah bungah,
Wong apik ditampik-tampik,
Wong jahat munggah pangkat
Wong agung kasinggung,
Wong olo kapujo,
Wong wadon ilang kawirangane,
Wong lanang ilang kaprawirane.

Akeh wong lanang ora duwe bojo,
Akeh wong wadon ora setyo marang bojone,
Akeh ibu podho ngedol anake,
Akeh wong wadon ngedol awake,
Akeh wong ijol2an bojone.

Wong wadon nunggang jaran,
Wong lanang linggih plangki,
Rondho seuang loro,
Prawan seaga lima,
Dhudho pincang laku sembilan uang.

Akeh wong ngedol elmu,
Akeh wong ngaku-aku,
Njobone putih njerone dhadhu,
Ngakune suci, nanging sucine palsu.

Akeh bujuk akeh lojo,
Akeh udan salah mongso,
Akeh prawan tuwo,
Akeh rondho nglairake anak,
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapak'e.

Agomo akeh sing nantang,
Prikamanungsan soyo ilang.
Omah suci dibenci,
Omah olo soyo dipujo.

Wong wadon lacur ing ngendi-endi,
Akeh laknat,
Akeh pengkhianat.

Anak mangan bapak,
Sedulur mangan sedulur.
Konco dadi mungsuh.
Guru disatru.
Tonggo podho curiga.
Kono-kene soyo angkoro murko.

Sing weruh kebubuhan,
Sing ora weruh ketutuh.
Mbesuk yen ono peperangan.
Teko soko wetan, kulon, kidul lan lor.

Akeh wong becik soyo sengsoro,
Wong jahat soyo seneng.
Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul.
Wong salah dianggep bener.
Pengkhianat nikmat.
Durjono soyo sempurno.

Wong jahat munggah pangkat.
Wong lugu kebelenggu.
Wong mulyo dikunjoro.

Sing curang garang.
Sing jujur kojur.
Pedagang akeh sing keplarang.
Wong main akeh sing ndadi.
Akeh barang haram.
Akeh anak haram.

Wong wadon nglamar wong lanang.
Wong lanang ngasorake drajate dhewe.

Akeh barang-barang mlebu luang.
Akeh wong kaliren lan wudo.
Wong tuku ngglenik sing dodol.
Sing dodol akal okol.
Wong golek pangan koyo gabah diinteri.

Sing kebat kliwat.
Sing telah sambat.
Sing gedhe kesasar.
Sing cilik kepleset.
Sing anggak ketunggak.
Sing wedi mati.
Sing nekat mbrekat.
Sing jerih ketindhih.
Sing ngawur makmur.
Sing ngati-ati ngrintih.
Sing ngedan keduman.
Sing waras nggagas.

Wong tani ditaleni.
Wong dora uro-uro.
Ratu ora netepi janji, musno panguwasane.
Bupati dadi rakyat.
Wong cilik dadi priyayi.
Sing mendele dadi gedhe.
Sing jujur ajur.
Akeh omah ing ndhuwur jaran.
Wong mangan wong.
Anak lali bapak.
Wong tuwa lali tuwane.
Pedagang adol barang saya laris.
Bondhone soyo ludhes.
Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.

Akeh wong nyekel bondho nanging uripe sengsoro.
Sing edan biso dandan.
Sing bengkong biso nggalang gedhong.

Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.

Ono peperangan ing njero.
Timbul amarga para pangkat akeh sing salah tompo ...

Pitutur Jowo asli iki ojo dilalekno ...
Urip iku mung sedhelo ...
Mulo, pitutur iki sebarno marang poro konco ...!!
Matur Nuwun ...

Minggu, 24 Januari 2021

MENCINTAI SEBUAH KEHILANGAN

MENCINTAI SEBUAH KEHILANGAN

"Mungkin saat ini hatimu masih begitu pilu ketika harus melepas seseorang yang kau harapkan menjadi pendamping hidupmu. Ia pergi meninggalkan sejuta kenang yang sulit kau lupa. Namun nyatanya ia pergi membawa luka.

Perih, dan pedih terasa. Kau mencoba menyibukkan diri hanya demi bisa melupakan sebuah rasa sakit yang sedang mendera. Kau mencoba tersenyum di halik tirai hatimu yang penuh luka.

Mau sampai kapan kau seperti ini? Bahkan kau tau bahwa ia sudah bersama yang lain. Terimalah, berlapang dadalah meski sulit. Hadiah terindah Allah terkadang tidak dibungkus dengan indah, melainkan terkadang dibungkus dengan ujian yang menyakitkan.

Waktu akan membantumu untuk melupakan segala hal tentangnya. Kau hanya perlu berjuang dengan penuh keyakinan bahwa kau bisa sembuh dari luka yang menyakitkan. Tidak apa-apa jika kau lelah, tidak apa-apa jika kau menangis, tapi jangan pernah kau menyerah.

Bersujudlah lebih lama, berdoalah lebih khusuk dan tumpahkan segala keluh kesah serta air mata dalam sujud panjangmu. Jangan rendahkan harga diri serta kehormatan demi cinta yang belum halal.

Kehilangan bukanlah suatu hal yang mudah untuk diterima. Namun kau harus belajar mencintai sebuah kehilangan. Titipkan segala rasa hanya pada-Nya. Karena dialah sebaik-baik penjagaan."

#sanindolovestory
#wgsantriindonesia

Selasa, 05 Januari 2021

LUPA TUHAN => LUPA DIRI

LUPA TUHAN => LUPA DIRI

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ  اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ 

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik." (QS. Al-Hasyr[59]:19)

Mungkin selama ini kita mengira, jika kita lupa pada diri kita sendiri, menyebabkan kita lupa kepada Tuhan. Tapi logika Al-Qur'an justru sebaliknya, lupa kepada Tuhan akan mengakibatkan lupa pada diri kita sendiri.

Tapi memang begitulah penciptaan manusia. Sejak awal penciptaan sudah bersama Tuhan. 

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ  لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗ    ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ 

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui," (QS. Ar-Rum[30]:30)

Kita tak mungkin terpisah dari asal muasal kita.
Ingat Tuhan adalah ingat diri. Mengetahui Tuhan adalah mengetahui diri. Bagaimana mungkin kita berpisah dari Tuhan sementara Tuhan lebih dekat dari urat leher?

Melupakan Tuhan tak ubahnya tertidur oleh racun, sebuah kematian hitam yang gelap, menyayat-nyayat diri sendiri. Bagaimana mungkin kita melupakan 'seluruh kesempurnaan?'  Hanya dengan Dia kita menemukan kesejatian diri. Selain diriNya hanya imajinasi semata.


~ Muh. Nur. Jabir ~

Kamis, 24 Desember 2020

JANGANLAH KAMU MENGATAKAN DIRIMU SUCI

JANGANLAH KAMU MENGATAKAN DIRIMU SUCI

فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ  هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى

"Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa." (QS. An-Najm[53]:32)

Tak bisa diipungkiri, dunia ini terisi dengan kegelapan dan noda. Ada noda yang menutupi mata hingga penglihatan tak bisa melihat dengan jernih. Ada noda yang menutupi pendengaran, bahkan ada noda yang menutupi dunia khayal kita. Khayal kita tercemari dengan khayalan-khayalan dan penghakiman-penghakiman yang tak pantas.

Tak ada manusia hari ini yang bebas dari kegelapan dan noda. Jiwa manusia terkepung oleh dusta, tipu daya, amarah, syahwat, dan sifat-sifat buruk lainnya.

Apa ada manusia hari ini yang menganggap dirinya benar-benar suci? Jika ada, ia telah terperangkap oleh angan-angan yang ia buat sendiri atas dirinya. Ayat ini dengan sangat jelas membedakan antara kesucian dan angan-angan tentang kesucian. Menganggap diri suci adalah tanda dari noda dan ketidak sucian itu sendiri. Ia anggap dirinya tak berdosa dan orang lain berdosa.

Pesuluk tak kan pernah menganggap dirinya suci. Ia tak kan pernah menyibukkan dirinya dengan menghakimi keimanan dan keyakinan orang lain. Walau ia senantiasa beribadah, tapi tak pernah mengandalkan amal ibadahnya. Ia hanya berharap pada rahmat Ilahi yang tak terbatas. Ia tak kan pernah anggap dirinya memiliki kemuliaan. Bahkan satu-satunya yang ia inginkan adalah menghilangkan segala keinginan yang ada di dalam dirinya. Hingga pada puncaknya, keinginan untuk tidak menginginkan pun tak ada.

~ Muh. Nur. Jabir ~

Minggu, 20 Desember 2020

MENGAJI HURUF ALIF

MENGAJI HURUF ALIF 
Kiai Agus Salim A.B

Pada waktu masih kecil tentu kita pernah belajar huruf hijaiyah sebagai dasar sebelum mengaji membaca Al Qur’an. Para guru dengan telatennya mengajari murid-muridnya satu persatu huruf hijaiyah dari Huruf Alif sampai huruf Ya. 

Mari kita mulai belajar huruf ALIF: Alif Fathah A. Alif Kasroh I. Alif Dhommah U. A - I - U. Sederhana dan gampang. Kita menganggapnya pelajaran anak SD atau bahkan anak TK. Tapi jika dihayati secara mendalam ternyata huruf Alif mengandung hikmah yang sangat dalam dan pelajaran tingkat tinggi.

“Alif Fathah A (ALLAH)” 

Bumi, langit, dan segala isinya diciptakan oleh Allah Swt. Jodoh, kebahagiaan, kecelakaan, dan kematian semuanya sudah ditentukan oleh-Nya. Allah Dzat yang maha kuasa, maha suci, maha agung dan maha segala-galanya. Maka kita sebagai hamba Allah harus memuja dan memuji Kebesaran dan Keagungan-Nya. Bagaimana caranya? Caranya adalah membiasakan lisannya dengan berdzikir, wiridan, dan membaca Asma-asma Allah Swt. 

“Alif Kasroh I (IMAN)” 

Kita sebagai hamba Allah harus yakin (iman) dan percaya bahwa Allah itu Ada. Keberadaan Allah itu harus dibuktikan dan dirasakan dalam hidup kita. Kita harus senantiasa menghidupkan hati dengan berdzikir. Kita selalu merasa diawasi dan dilihat oleh Allah swt. Kemana saja dan kapan saja kita melangkah, Allah selalu menyertai kita dengan pengawasan-Nya.  

“Alif Dhommah U (USAHA)” 

Kita sebagai hamba Allah harus selalu berUSAHA untuk mengerjakan perintah dan menjauhi larangan Allah dan Rasul Nya. Mempraktekkan sunah-sunah Rasul Nya untuk menghiasai hidup kita. Kita harus menggunakan hidup kita untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah adalah tugas setiap hamba kepada Tuhan-Nya. 

Huruf Alif yang berbentuk tegak lurus seperti Angka Satu menggambarkan Prinsip Tauhid. Ana Allah Ahad. Allah maha Tunggal. Allah maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia. Manusia sebagai hamba harus berpegang teguh kepada Prinsip Tauhid sepenuh hati. 

Ketiga Huruf Alif tersebut jika dikumpulkan menjadi satu maka akan terbentuk SEGI TIGA. Segi Tiga ini disebut Tawajjuh (Bentuk tangan orang yang sedang berdo'a). Segi tiga menunjukkan CAP atau STEMPEL KENABIAN (Khotamun Nubuwwah).

Segi Tiga ini juga menunjukkan lambang perjalanan hidup manusia. Segi Tiga ini juga menunjukkan lambang perjalanan hidup manusia. Artinya: Jika manusia mau menanamkan dan melaksanakan ketiga huruf alif tersebut maka perjalanan hidupnya berada dalam kebaikan dan keselamatan. Tapi sebaliknya jika orang itu mengabaikan 3 huruf Alif tersebut maka perjalanan hidupnya dalam kesalahan dan kesesatan.

Al-Qur'an yang terdiri dari 30 Juz, 60 Hizib, 114 Surat, 6236 ayat, 76.430 Kata, 323.621 huruf diringkas dalam Surat AlFatihah yang 7 ayat. Surat Al fatihah Diringkas dalam Basmalah (Ayat 1). Basmalah diringkas dalam huruf Ba. Jadi Inti Al Qur'an ada pada huruf Ba. Sebelum Huruf Ba' adalah Huruf Alif (Asyhadu). 

Apa yang Asyhadu dan terhadap siapa kita Asyhadu? Asyhadu kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Jadi dasar dari dasarnya Al Qur'an adalah Syahadat. Dasarnya orang selamat adalah syahadat. Dasarnya dari semua ilmu adalah syahadat. 

Syahadat itu terdiri dari 2 yaitu Syahadat Tauhid yaitu Persaksian Laa Ilaaha Illoh (12 Huruf) dan Syahadat Rasul yaitu Muhammadur Rosululloh (12 Huruf). Barang siapa yg membaca Syahadat maka akan dijaga Iman Islamnya 24 jam. 12 jam di malam hari, 12 jam di siang hari.

Hari ini kita sudah belajar satu gayung dari samudera pelajaran huruf Alif.

Wallahu A’lam bish Showab.

Minggu, 06 Desember 2020

(5) Mimpi Melihat Binatang, Dagingnya, Lemaknya, Seratnya, dan Lainnya

(5) Mimpi Melihat Binatang, Dagingnya, Lemaknya, Seratnya, dan Lainnya

"Mimpimu tak lagi hanya menjadi bunga tidur. la bisa menjadi salah satu caramu dalam mengambil keputusan."

- Umar Khayyam


• Barang siapa bermimpi melihat dirinya mengendarai seekor gajah, itu menandakan dia akan mendapatkan kekuasaan dan kebaikan. Lain halnya jika melihat dirinya mengendarai seekor gajah lalu dia membunuhnya, itu menandakan dia akan membunuh seorang raja lalu mengambil kekuasaannya, juga semakin hebatlah pamornya jika dia memang layak mendudukinya. 

• Apabila dia bermimpi melihat seekor gajah membunuhnya, itu menandakan raja kan membunuhnya lalu merampas hartanya.

• Jika seseorang bermimpi melihat dirinya membunuh seekor gajah, itu menandakan dia akan mendapatkan bagian sangat besar dari kekuasaan. 

• Apabila dia bermimpi melihat dirinya mengendarai seekor gajah berkepala dua (satu kepala berada di depannya dan satu kepala berada di belakangnya), itu menandakan dia akan keluar dari kekuasaannya kepada sultan lain apabila dia layak menjabat sebagai sultan. Akan tetapi, apabila dia tidak layak menjabat sebagai sultan, dia akan kehilangan hartanya. 

• Apabila dia bermimpi melihat dirinya keluar dari suatu tempat ke tempat lain dan menguasai tempat itu, dia akan keluar dari satu kerajaan ke kerajaan lain. Silakan Anda kiaskan seperti ini pada mimpi melihat kuda dan kuda beban (kuda pembawa beban berat).

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya mengendarai seekor kuda yang berjalan pelan, itu menandakan dia akan mendapatkan keindahan ketampanan atau kecantikan). Namun, jika bermimpi melihat dirinya mengendarai seekor kuda yang berlari kencang, itu menandakan keburukan dan kesombongan dirinya. Adapun jika bermimpi melihat dirinya terjatuh dari kuda lalu dia dapat berdiri lagi sembari merasakan sakit, itu menandakan dia akan mengalami musibah pada hartanya sedalam rasa sakit dan nyeri yang dia rasakan itu.

• Apabila dia bermimpi melihat dirinya turun dari Kudanya dengan perasaan senang, itu menandakan dia akan turun dari kekuasaannya dengan penuh ketentraman tanpa terkena kesusahan apa pun.

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya berada di atas kepala kuda sambil membawa senjata, itu menandakan dia akan mendapatkan kekuasaan dan kemuliaan di dalam Islam. Apabila dia bermimpi dirinya memakan daging kuda itu, itu menandakan dia akan mendapatkan sesuatu dari kekayaan duniawi. 

• Apabila mimpinya melihat dirinya minum susu kuda itu, menandakan dia akan mendapatkan bagian dari kekuasaan serta mendapatkan kebaikan darinya.

• Jika dia bermimpi melihat dirinya mengendarai seekor kuda beban, itu menandakan dia kelak mendapatkan kendaraan milik para raja dan memiliki kedudukan yang tinggi. Namun, jika bermimpi melihat dirinya mengendarai seekor kuda berwarna pirang (asyqar), itu menandakan dia akan mendapatkan kekuasaan yang tidak besar. Adapun jika bermimpi melihat dirinya mengendarai seekor kuda berwarna hitam legam (adham), itu menandakan dia akan menjadi seorang sultan yang kuat dan semua titahnya akan terlaksana.

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya berada di atas seekor kuda betina yang bergerak-gerak, itu menandakan dia akan menikahi seorang perempuan yang menjadi berkah baginya. Sedangkan bermimpi melihat dirinya berada di atas seekor kuda betina berwarna hitam, itu menandakan dia akan memiliki istri yang jahat dan pemarah. 

• Mimpi melihat kuda dan bagal menandakan datangnya kekuatan dan keperkasaan. Mimpi mengendarai bagal menandakan umur panjang atau melakukan perjalanan jauh.

• Mimpi tentang keledai memiliki makna yang banyak dan bervariasi sesuai dengan situasi dan kondisinya. 

• Apabila seseorang bermimpi tentang dirinya mengendarai seekor keledai berwana hitam, itu menandakan dia akan mendapatkan harta yang banyak. Apabila keledai hitam yang dikendarai itu adalah keledai betina, itu menandakan dia akan menikah dengan perempuan berakhlak buruk. 

• Apabila dia bermimpi melihat dirinya mampu mengendalikan seekor keledai yang dikendarai, itu menandakan dia akan mendapatkan harta, anak, dan kedudukannya akan naik.

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya membeli seekor keledai atau ada orang lain yang menghibahkan seekor keledai untuknya, lantas dia memasukkan keledai itu ke rumahnya, Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia sangka-sangka. Namun, bila bermimpi melihat keledainya mati, itu menandakan dia akan meninggal dalam waktu dekat. Apabila keledai yang dia lihatnya itu adalah keledai betina, itu menandakan istrinya akan meninggal dalam waktu dekat.

• Apabila dia bermimpi melihat dirinva terbanting dari keledainya, itu menandakan dia akan bercerai. Apabila keledai yang dia lihatnya itu keledai betina, itu menandakan dia akan kehilangan harta dan istrinya. Apabila mimpinya melihat keledai yang sudah mengenakan pelana, itu menandakan dia akan meminta harga dari orang banyak.

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya mengendarai seekor keledai, itu menandakan dia sedang mencari seorang perempuan. 

• Apabila dia bermimpi melihat pelana keledai itu rusak, itu menandakan istrinya akan meninggal dunia. Akan tetapi, jika yang dilihatnya pelana itu tidak rusak, itu menunjukkan kedudukannya. 

• Apabila dia bermimpi melihat dirinya berada di atas seekor keledai betina, itu menandakan dia akan menikahi seorang perempuan.

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya meminum susu kuda zebra (himâr wahsyi), itu menunjukkan ketinggian dan keperkasaannya.

• Mimpi mengendarai kuda zebra melambangkan dilakukannya perbuatan maksiat. Begitu pula halnya mimpi mengendarai kuda zebra betina dikiaskan seperti itu.

Suatu ketika seorang lelaki mendatangi Ibnu Sirin lalu berkata, "Aku bermimpi melihat seakan-akan diriku menuntun seekor unta di atas jembatan, tetapi ternyata unta itu menolak melintasi jembatan tersebut."

Ibnu Sirin pun berkata, "Engkau adalah lelaki yang mengaku-ngaku sebagai orang Arab, padahal engkau bukan termasuk orang Arab. Takutlah engkau kepada Allah dan hentikanlah perbuatanmu itu."

• Barang siapa bermimpi dirinya mengendarai seekor unta, itu menandakan dia akan melakukan perjalanan jauh, lalu dia akan mendapatkan kebaikan dari perjalanannya itu. 

• Barang siapa bermimpi dirinya turun dari punggung unta, menandakan dia akan selamat dari suatu penyakit serta kesusahan yang menimpanya. Apabila bermimpi perihal dirinya mendapatkan seekor unta, menandakan dia akan ditaklukkan oleh seorang sultan Arab atau musuh.

• Apabila seseorang bermimpi dirinya memiliki banyak unta Arab, itu menandakan dia akan memiliki banyak pekerja dari kalangan orang-orang Arab. 

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya memakan daging unta, itu menandakan dia akan terkena penyakit, lalu sembuh. Namun, jika bermimpi melihat dirinya memakan daging unta sembari berjalan bersama unta, itu menandakan dia akan mendapatkan kebahagiaan.

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya mengendarai seekor unta dan dia berbicara dengannya, sebenarnya itu adalah setan. 

• Jika bermimpi melihat seekor unta mengikutinya, itu pertanda akan datangnya kegelisahan dan kesedihan. 

• Jika bermimpi dirinya menyerang seekor unta, itu menandakan dia akan menyerang sultan. Begitu juga jika bermimpi melihat dirinya menyerang dua ekor unta, kedua unta itu melambangkan dua raja yang akan dia serang.

• Barang siapa bermimpi melihat unta dalam jumlah banyak di satu tempat, itu menandakan dia akan mendapatkan rezeki yang banyak di negeri itu. 

• Barang siapa bermimpi melihat seekor unta betina memasuki rumahnya lalu dia memerah susu unta betina itu dan meminumnya, itu menandakan dia akan menikahi putri seorang raja serta memakan hartanya.

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya akan mengendarai anak sapi betina (ijlah), itu menandakan dia akan berkuasa. Demikian pula jika dalam mimpinya melihat dirinya mengendarai anak sapi betina, itu juga menandakan bahwa dia akan mendapatkan kekuasaan. Sapi betina selalu identik dengan kekuasaan karena anak sapi betina merupakan salah satu di antara kendaraan para raja. Silakan Anda kiaskan seperti ini pada mimpi melihat sapi, daging sapi, dan susu sapi.

• Barang siapa bermimpi melihat beberapa sapi betina gemuk, itu pertanda tahun-tahun subur yang lamanya sesuai dengan jumlah sapi itu. Namun, apabila yang dilihat dalam mimpi adalah sapi betina yang kurus-kurus, itu menandakan tahun-tahun kekeringan. 

• Apabila seseorang bermimpi di hadapannya sekawanan sapi yang banyak jumlahnya, itu menandakan dia akan memerintah dan berkuasa selama beberapa tahun. Namun, jika bermimpi melihat seekor sapi menanduknya, pertanda tahun itu dia akan mendapatkan kebaikan. 

• Apabila seseorang bermimpi  sapi menyerangnya dari arah belakang, dia akan mendapatkan sejumlah kebaikan. Apabila yang dilihatnya itu adalah seekor sapi betina, itu menandakan dia akan menikah. 

• Jika bermimpi melihat seekor sapi memasuki rumahnya, itu menandakan dia akan mendapatkan warisan.

• Jika bermimpi melihat dirinya memakan daging sapi, itu pertanda kelak ditambahkan hartanya dan menjadi pemilik keutamaan. 

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya memerah susu sapi lalu meminumnya, itu menandakan dia akan mendapatkan kebaikan dari hasil kerjanya pada tahun itu serta memakan
darinya. Apabila dia orang kaya, kekayaannya akan bertambah, apabila dia orang miskin, dia akan menjadi kaya.

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya bersantap dari pelana sapi atau keledai, itu menandakan dia akan mendapatkan harta dari harta milik seorang lelaki mulia. 

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya menyembelih seekor sapi betina, itu pertanda dia akan mengumpulkan banyak harta lalu dia makan darinya. Namun, jika bermimpi melihat dirinya memotong bagian kepala sapi betina itu, pertanda dia akan mendapatkan kebaikan banyak pada tahun itu.

Dalam ilmu tafsir mimpi, kerbau (jâmûs) sama seperti banteng (tsaur) dan kibas. Barang siapa bermimpi melihat dirinya diberi sekawanan kibas pertanda dia akan mendapatkan kekuasaan sejumlah bilangan kibas tersebut. 

• Apabila dia bermimpi melihat dirinya membunuh seekor kibas, itu menandakan dia akan membunuh seorang musuh yang sangat penting baginya. 

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya berada di atas seekor kibas atau seekor kambing jantan (tais), pertanda dia akan mendapatkan kekuasaan.

• Apabila seseorang bermimpi melihat seekor kibas menanduknya, itu menandakan dia akan memerangi seorang sultan.

• Apabila seseorang melihat dirinya menyerang seekor kibas, pertanda dia akan menundukkan seorang sultan. 

• Apabila seseorang melihat dirinya mengambil seekor kibas sebagai pemberian, itu menandakan sultan akan membuatnya patuh pada apa yang diperintahkan kepadanya. 

• Apabila seseorang melihat dirinya berjalan dengan seekor kibas mengikuti di belakangnya, itu menandakan seorang sultan akan mendatanginya. Takwil tersebut dapat dikiaskan pada mimpi melihat anak domba (sakhlah), anak kambing, dan domba (dha'n). 

Ibnu Sirin menyatakan, takwil mimpi melihat binatang-binatang merupakan tanda akan datangnya harta yang berlimpah.

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya mengendarai seekor domba atau seekor kambing, domba itu melambangkan kebaikan, sementara kambing atau sapi, tidak menandakan satu masalah apapun.

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya mendapatkan seekor biri-biri betina (na jah), pertanda dia akan menikahi seorang perempuan.

• Apabila seseorang melihat seekor biri-biri betina keluar dari rumahnya, itu menandakan dia akan menceraikan istrinya, atau dia akan mati.

• Apabila bermimpi dirinya membiarkan biri-biri betina itu, pertanda dia akan memakan harta milik istrinya.

• Apabila dia bermimpi melihat dirinya memasuki rumahnya dan ternyata di situ ada seekor biri-biri betina, itu menandakan istrinya ãqilah (berakal).

• Apabila dia bermimpi melihat seekor biri-biri betina menyantap banyak makanan, itu menandakan kemuliaan istrinya hingga kemudian dia (istrinya) kelak akan dimuliakan banyak orang.

Dengan takwil seperti inilah, hendaknya dikiaskan takwil mimpi melihat daging domba.

Ibnu Sirin menakwil mimpi berupa penampakan daging domba yang terpotong dengan kematian.

• Jika seseorang bermimpi perihal dirinya memakan daging mentah, itu menandakan dia akan berusaha menghilang dari orang banyak.

• Jika seseorang bermimpi melihat dirinya memakan paha domba yang sebelah kanan, pertanda kelak seorang pamannya dari pihak ayah yang terdekat meninggal dunia. Namun, jika bermimpi memakan paha domba sebelah kiri, yang akan meninggal dunia adalah salah seorang kerabatnya dari pihak ibu. 

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya menyembelih seekor domba, itu menandakan dia akan mendapatkan kebaikan pada tahun itu.

Dalam ilmu takwil mimpi, daging panggang melambangkan harta yang halal, daging samin melambangkan kegembiraan dan rampasan perang, binatang kurus melambangkan harta subhat, dan demikian seterusnya. Silakan Anda kiaskan takwil ini dengan mimpi melihat susu masam dan manis.

Ibnu sirin menakwilkan mimpi berupa penampakan susu masam dengan perbuatan saleh, karena susu melambangakan agama dan hikmah. Dia menyatakan, susu rayeb (susu saring beku) adalah makruh.

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya memberi minum kepada orang banyak, itu menandakan dia akan mengajari mereka hikmah.

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya memakan lemak (syahm) yang jatuh dari tangannya ke air, itu menandakan sultan akan mengambil hartanya. 

• Apabila seseorang bermimpi melihat lemak yang ada padanya terbakar api, itu menandakan semua hartanya akan musnah. Dalam ilmu takwil mimpi, lemak (syahm) lebih bagus daripada
samin. Adapun samin melambangkan rezeki halal.

• Barang siapa bermimpi dirinya memakan minyak (zait), pertanda dia akan mewarisi hikmah.

• Apabila dia bermimpi mengoleskan tubuhnya menggunakan minyak, pertanda dia akan mendapatkan keindahan di hadapan orang banyak dan mereka memperoleh manfaat dari hal itu. 

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya meminyaki orang banyak, pertanda dia adalah sosok lelaki yang melakukan amar makruf nahi mungkar.

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya menemukan buah zaitun dari pokok pohonnya, itu menandakan dia akan mendapatkan ilmu dari para ulama. 

• Apabila dia bermimpi melihat dirinya menggerakkan pokok pohon zaitun, itu menandakan dia akan berada di tengah para ulama lalu dia mengganggu mereka.

#tafsirmimpi
#wgsantriindonesia

APAKAH SELALU BERMUARA PADA PERNIKAHAN

APAKAH SELALU BERMUARA PADA PERNIKAHAN
Edisi Malam Minggu, 05 Desember 2020

"Sesungguhnya, berpura-pura tegar itu menyakitkan"

Saat menjalani sebuah hubungan, tentu kita ingin sekali hubungan kita berakhir pada pernikahan. Kita akan menikah dengan orang yang kita cintai, bahagia bersama hingga akhir nanti. Kadang, saat masih taaruf, bersama pasangan kita, kita sama-sama membayangkan bagaimana kehidupan kita kelak. Kadang kita juga mempraktikkan apa yang Kita bayangkan, entah melalui chatting atau adegan sungguhan. Sayangnya, tidak semua hubungan bisa kita perjuangkan sampai pada pernikahan.

Akan ada sebab-sebab yang menghalanginya untuk sampai pada sahnya pelaminan, entah pengkhianatan, kecelakaan yang menyebabkan salah satu di antara kita meninggal, terhalangnya restu orangtua, atau sebab salah satu di antara kita memang sudah tidak cinta. 

Tentu itu membuat kita jadi merana, merasa perjuangan kita selama ini sia-sia. Pengkhianatan menjadi penyebab paling menyakitkan. Setelah kita susah payah memperjuangkan untuk sampai ke pelaminan, dia malah dengan entengnya mematahkan perjuangan kita tanpa basa-basi permisi. Atau merasa Tuhan tidak adil, memisahkan kita dari orang yang kita cintai sebelum sama-sama bahagia setelah adanya pernikahan yang terjadi. Saat salah satu di antara kita harus mundur karena sudah cinta, kita merasa bahwa hidup sudah tidak ada lagi gunanya. Bagaimana mungkin, pasangan yang selama ini ada bersama kita, yang selama ini kita cintai, kini tidak lagi mencintai kita.

Pengkhianatan Damar (dalam sebuah kisah) juga menjadi salah satu contoh sebab tidak bermuaranya hubungan pada pernikahan. Mereka berpacaran sejak SMA, tentu banyak masalah dan cobaan yang menimpa hubungan, entah bosan lalu selingkuh, atau tidak sesuai ekspektasi kemudian selingkuh juga. 

Sayangnya meski sudah begitu, hubungan itu masih mereka pertahankan. Sampai akhirnya mereka sama-sama memutuskan untuk melangsungkan pernikahan. Tak disangka, setelah proses lamaran, Mawar justru gusar. Dia merasa tidak nyaman dan terbayang-bayang akan perselingkuhan yang pernah Damar lakukan. 

Berkali-kali Damar menenangkan dan meyakinkan kembali, namun tak itu tak berhasil. Sampai akhirnya, Mawar benar-benar memergoki Damar tengah berduaan bersama cewek lain, dan cewek itu ternyata temannya sendiri, teman mereka berdua. 

Seketika itu juga akhirnya Mawar benar-benar memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Damar dan membatalkan pernikahan mereka. Tak peduli betapa dia atau Damar masih menyimpan cinta, tak peduli apa tanggapan keluarga. Bagi Mawar, jika memang cinta, seharusnya Damar tidak melakukan hal itu. Apalagi menjelang hari pernikahan mereka.

Setelah gagal menikah dengan Damar, Mawar harus diopname karena penyakit tifus yang dideritanya. Dia teramat stres dan terpukul, tidak menyangka bahkan menjelang pernikahannya Damar masih belum mengubah kebiasaan. 

Mawar juga menutup diri sampai tiga tahun lamanya. Hubungannya dengan Damar membuatnya merasa sangat kelelahan, sekaligus takut. Dia juga sulit menerima laki-laki lain meskipun hampir ada satu orang yang mendekati setiap bulannya. Bukan karena masih cinta, tapi untuk memulai hubungan baru dia harus menyiapkan segala sesuatu dari awal lagi. Dia harus memperbaiki bagaimana caranya mempercayai orang dengan benar, bagaimana mencintai dengan benar, bagaimana berharap dengan benar, dan bagaimana agar dia tegas dan tidak mudah disakiti. 

Sebenarnya selama tiga tahun itu, Mawar ingin sekali memulai hubungan baru dan menanggapi beberapa laki-laki yang mendekatinya, namun saat hendak melangkah ke hubungan yang lebih serius, Mawar mendadak ragu. Dia merasa terlalu terburu-buru. Dia masih belum siap untuk kembali terikat. Dan dia juga sedang berusaha bagaimana mengobati kesepian dan luka batin akibat ditinggal ayahnya. Dia bercerita jika dia juga mengunjungi beberapa psikolog untuk menenangkan diri. Keputusannya itu dia ambil setelah orang-orang di sekitarnya tidak mampu membantunya untuk kembali bangkit.

Cinta adalah inti dari aku atas kamu, dan hubungan adalah tali yang berhasil mengikat aku dengan kamu.. Kata Mbah Sudjiwo Tejo,

"Menikah adalah Nasib, Mencintai adalah Takdir."

Jika kamu belum menikah, jangan terlalu mencintai orang yang belum menjadi suami atau istrimu. Tapi, siapapun orang yang kamu nikahi atau menikah denganmu nanti, wajib kamu cintai.

"MENIKAH DENGAN ORANG YANG KITA CINTAI ADALAH KEBAHAGIAAN, NAMUN MENCINTAI ORANG YANG KITA NIKAHI ATAU MENIKAH DENGAN KITA ADALAH SEBUAH KEHARUSAN."

Jangan sampai kita masih mencintai orang lain selain suami atau istri kita, hal itu yang dapat merusak makna pernikahan dan menghancurkannya secara perlahan.

Kata Mbah Sudjiwo Tejo lagi,

"KITA BISA BERENCANA MENIKAHI SIAPA, TAPI KITA TIDAK BISA BERENCANA CINTA KITA UNTUK SIAPA,"

Memang, cinta itu ajaib. Kita bisa berencana menikah dengan orang seperti apa, berekspektasi jika pasangan kita kelak akan seperti ini, punya ini-itu, tapi suatu saat bisa saja tanpa sebab, tanpa kita tau kenapa, kita justru jatuh cinta pada seseorang yang jauh dari ekspektasi kita sebelumnya. 

Karena cinta dan menikah adalah dua hal yang berbeda, maka bukan sesuatu yang mengherankan bila cinta tidak bermuara pada pernikahan. Sayang, bukan? Tidak apa-apa. Setiap orang yang hadir dalam hidup kita membawa tugas masing-masing, sebagian mengisi, menetap, dan ada juga yang ditugaskan untuk menyakiti lalu pergi.

Gagal menikah dengan orang yang selama ini kita cintai memang berat dan menyisakan kekecewaan yang mendalam. Namun, akan lebih menjadi sebuah kegagalan lagi jika kita lantas tidak mampu melanjutkan hidup dan malah menyumpahi keadaan. Orang yang sudah mampu memikirkan pernikahan, seharusnya juga lebih mampu menerima perpisahan. 

Semua orang tentu mengharapkan pernikahan yang terjadi sekali seumur hidup. Berpisah sebelum menikah lebih baik daripada harus berpisah setelah terjadi pernikahan. Pun tentu tidak ada satu pun orang yang menginginkan dirinya berpisah dengan orang yang dia cintai, namun sekali lagi menikah adalah nasib, dan cinta adalah takdir.

"Tugas kita bebagai makhluk Sang Pemberi Takdir hanya berusaha dan menjalani takdir dengan sebaik-baiknya."

Tertundanya sebuah pernikahan juga bukan sesuatu yang sepenuhnya meyedihkan. 

"Kalau aku jadi menikah dengannya dulu, mungkin sekarang aku sudah punya anak-anak yang lucu dan menggemaskan seperti teman-temanku." Atau "Kalau aku jadi menikah dengannya dulu, tentu aku tidak jomblo seperti sekarang, disaat yang lain sudah menghabiskan waktu dan pergi kemana-mana bersama pasangan."

Dan ungkapan-ungkapan kekecewaan lain yang tanpa sadar justru semakin menjauhkan kita dari kebahagiaan. Setiap orang mempunyai jatah waktu sendiri-sendiri untuk setiap kejadian dalam hidupnya. Hidup bukan sebuah perlombaan yang siapa menikah duluan, dia yang menang. Siapa yang sukses duluan, dia yang menjadi juara. Kalau hal itu benar terjadi, orang yang lahir lebih dulu, nenek moyang kita tentu sudah menjadi pemenangnya. 

Lantas, untuk apalagi kita hidup? "Boleh jadi keterlambatanmu dari suatu perjalanan adalah keselamatanmu. Boleh jadi tertundanya pemikahanmu adalah suatu keberkahan." kata KH. M. Quraish Shihab.

Pastikan kita selalu mendapatkan manfaat dari setiap lara dan kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan. Jodoh sudah diatur oleh Tuhan, seharusnya kita tidak risau lagi atas apa yang sudah Tuhan tentukan. Meski cinta kita tidak bermuara pada pernikahan, setidaknya cinta itu telah mengajarkan kita banyak hal. Bagaimana kita telah dididik menjadi manusia yang lebih baik berkat pasangan, diperkuat dengan kesedihan yang dia berikan, diuji dengan kebahagiaan, dilatih sabar akan kerinduan, dan hal-hal yang akan terus kita pelajari sampai kita mati. Meski tidak berakhir di pelaminan, namun cinta ada bukan untuk ditangisi dan disesalkan. Dia penuh penghidupan, dia penuh pembelajaran. Kita tidak akan pernah menjadi kita yang sekarang tanpa menjadi kita yang dulu, yang mencintai dan menjaga orang yang kini menikah dengan orang lain, yang disakiti maupun menyakiti, yang susah melupakan atau mudah dilupakan. Satu hal pasti berlaku adalah, kita jahat di cerita orang lain. Tapi, bukan salah cintanya, itu sepenuhnya salah kita. Dan sebenarnya itu tidak salah, kita saja yang malas berpikir dan bersyukur.

"Ketika kita memutuskan untuk menikah dengan pasangan, pastikan kalau apa yang kita jalani selama ini tidak berpura-pura dan dijalani karena terpaksa. kita memang menjalaninya karena sama-sama ingin, bahagia apa pun yang kita lakukan memang kita tujukan untuk membuat pasangan bahagia tanpa perlu diminta."

"CINTA ITU TIDAK MENGENAL PENGORBANAN. SAAT KITA MULAI MERASA BERKORBAN UNTUK PASANGAN, MAKA BARANGKALI ITU BUKAN CINTA."

Selesai

Kamis, 03 Desember 2020

(4) Mimpi Melihat Raja-Raja dan Para Sultan

(4) Mimpi Melihat  Raja-Raja dan Para Sultan

"Mimpimu tak lagi hanya menjadi bunga tidur. la bisa menjadi salah satu caramu dalam mengambil keputusan."

- Umar Khayyam


• Barang siapa bermimpi melihat dirinya berbicara dengan sultan, itu pertanda dia akan mendapatkan kekuasaan dan kebaikan.

• Apabila dia bermimpi melihat raja memberinya sesuatu kebaikan, itu pertanda dia akan mendapatkan kebaikan dari raja. 

• Apabila dia bermimpi melihat dirinya dipakaikan pakaian oleh raja, atau raja menaikkannya ke salah satu kendaraan milik raja, itu pertanda raja itu akan memberinya kebaikan.

• Apabila dia bermimpi melihat raja memberinya makanan, itu menandakan dia akan mendapatkan kebaikan dan harta yang banyak. 

• Apabila dia bermimpi melihat dirinya memberi makanan kepada raja, itu menandakan dia akan melayani para raja dan mereka akan mematuhinya. 

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya bersahabat dengan seorang sultan yang dapat dia tundukkan, itu menandakan bahwa dia akan mendapatkan kebaikan dari sultannya.

• Apabila dia bermimpi melihat dirinya kalah melawan seorang sultan, itu menandakan dia akan kehilangan hartanya atau agamanya. 

Allah swt. berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ  فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا 

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. An-Nisa'[4]:59)

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya menghunuskan pedang, lalu dia berangkat melawan sultan, itu menandakan dia akan melawan Islam. 

• Barang siapa bermimpi melihat raja memberinya mahkota yang diletakkan di kepalanya, baik mahkota itu bertatahkan permata maupun bahan lainnya, itu menandakan dia akan mendapatkan kemuliaan dan kedudukan tinggi. 

• Apabila mimpinya melihat raja melepaskan mahkota dari kepalanya, itu menandakan dia akan dicopot dari kekuasaannya. 

Silahkan Anda kiaskan yang lainnya seperti ini.

Selasa, 01 Desember 2020

(3) Mimpi Melihat Binatang Pengganggu dan Lainnya

(3) Mimpi Melihat Binatang Pengganggu dan Lainnya

"Mimpimu tak lagi hanya menjadi bunga tidur. la bisa menjadi salah satu caramu dalam mengambil keputusan."

- Umar Khayyam


Pada suatu ketika, seorang perempuan mendatangi Ibnu Sirin dan bertanya, "Aku bermimpi seakan-akan aku memakan seekor ular" 

Ibnu Sirin berkata, "Apakah ada lelaki yang mendatangimu karena nafsu?"

Perempuan itu menjawab, "Ya" 

Ibnu Sirin berkata, "Jauhilah lelaki itu dan bertakwalah engkau kepada Allah"

• Barangsiapa bermimpi melihat dirinya menyerang seekor ular, sebenarnya itu adalah musuh yang sedang berseteru dengannya. Apabila seseorang bermimpi melihat seakan-akan dirinya memotong kepala seekor ular, itu menandakan dia akan mengalahkan musuhnya lalu dia akan mendapatkan seluruh harta musuhnya.

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya memotong setengah dari tubuh seekor ular, itu menandakan dia akan mendapatkan setengah hartanya. 

• Apabila seseorang bermimpi melihat seekor ular berbicara dengannya, itu melambangkan datangnya rezeki kepadanya.

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya mengenai seekor ular hingga mati, itu menandakan Allah akan membinasakan musuhnya.

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya berjalan di punggung beberapa ekor ular, itu menandakan dia akan memerintah dan melarang, maksudnya berkuasa terhadap musuh-musuhnya.

Silahkan Anda kiaskan takwil mimpi di atas dengan mimpi penampakan kalajengking.

• Barangsiapa bermimpi melihat seekor kalajengking menyengat dirinya, itu menandakan dia akan terkena marabahaya dari musuh yang kecil.

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya memakan seekor kalajengking, itu menandakan dia akan berhasil mengalahkan musuhnya.

Silahkan Anda kiaskan takwil mimpi di atas dengan mimpi penampakan tikus, tikus merupakan perlambang perempuan jahat yang tidak ada kebaikan apapun di dirinya. Demikian pula halnya mimpi penampakan belalang.

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya mengenai seekor tikus, itu menandakan dia akan bermuslihat terhadap seorang wanita.

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya memakan daging tikus, itu menandakan dia akan menggunjing seseorang perempuan.

Takwil mimpi tersebut di atas juga berlaku pada mimpi penampakan tokek yang disebut dengan nama 'Sam Abrash' atau 'Wazaghah' yang sebenarnya keduanya sejenis. Di dalam takwil mimpi, binatang ini termasuk sesuatu yang dibenci oleh banyak orang.

Dalam ilmu takwil mimpi, laba-laba ('Ankabut) melambangkan lelaki yang menyimpang, lemah, dan dekat dengan kefasikan.

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya mengenai seekor laba-laba, itu menandakan dia akan mengalahkan seseorang seperti yang sudah saya jelaskan.

• Mimpi penampakan semut : barangsiapa yang bermimpi melihat semut keluar dari rumahnya, itu menandakan dia akan terkena musibah pada sebagian hartanya.

• Apabila seseorang bermimpi melihat rumahnya dimasuki banyak semut, itu menandakan jumlah keluarganya akan bertambah.

• Apabila seseorang bermimpi melihat semut keluar dari rumahnya, itu menandakan dia akan mengalahkan musuhnya. Tafsir yang sama berlaku pula untuk serangga (zir) yang lebih banyak jumlahnya.

• Apabila seseorang bermimpi melihat semut dan zir keluar dari suatu tempat, itu menandakan penduduk tempat itu akan bersebaran. Wallahu 'alam

#tafsirmimpi
#wgsantriindonesia

Minggu, 29 November 2020

(2) Mimpi Melihat Tempat-Tempat Tinggi

(2) Mimpi Melihat Tempat-Tempat Tinggi

"Mimpimu tak lagi hanya menjadi bunga tidur. la bisa menjadi salah satu caramu dalam mengambil keputusan."

- Umar Khayyam


• Barang siapa bermimpi melihat dirinya mendaki gunung, lalu dia berhasil melakukannya, itu menandakan dia akan mendapatkan kekuasaan yang besar. 

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya mendaki dan berjalan di atas gunung, itu menandakan dia akan mendapatkan kekuasaan dalam kepayahan. Apabila dalam mimpi dia melihat tangannya memegang pedang, itu menandakan dia akan adil dalam kekuasaannya. Apabila dalam mimpi dia melihat tangannya nemegang tombak, itu menandakan dia akan di sertai keimanan dan kemunafikan, karena tombak dapat terbuat dari besi atau kayu. Di dalam mimpi, semua benda yang terbuat dari besi melambangkan keimanan dan Islam, sedangkan semua benda yang terbuat dari kayu melambangkan kemunafikan.

• Apabila orang itu bermimpi melihat gunung yang runtuh sebagiannya, itu menandakan tempat yang ia diami itu akan terbang atau raja negerinya akan wafat. Allah swt. berfirman,

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّيْ نَسْفًاۙ  

"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, “Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya," (QS. Taha[20]:105)

فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًاۙ  

"kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali," (QS. Taha[20]:106)

لَّا تَرٰى فِيْهَا عِوَجًا وَّلَآ اَمْتًا ۗ    

"(sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana.” " (QS. Taha[20]:107)

Demikianlah seterusnya penjelasan ini dikiaskan dengan yang lainnya.

• Apabila seseorang bermimpi melihat seakan-akan dirinya mendaki tangga, itu menandakan dia mendapatkan kekuasaan atau akan dapat melaksanakan suatu ibadah pada agamanya. Demikian pula halnya dengan mimpi melihat tempat-tempat tinggi. Al-Kirmani menyatakan, orang itu akan berdiri di hadapan para tokoh masyarakat, lalu berbicara tentang manfaat dan nasihat.

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya turun dari tempat yang tinggi, maka (apabila dia seorang sultan) dia akan turun takhta dari kekuasaannya. Al-Kirmani menyatakan, mimpi seperti itu menandakan seseorang akan meniggalkan ketaatannya dan kewarakannya.

• Barang siapa bermimpi melihat dirinya berpindah dari tempat subur ke tempat gersang, itu menandakan dia akan keluar dari Islam lalu murtad menjadi kafir. Na'udzu billah.

Suatu ketika seorang lelaki mendatangi lbnu Sirin lantas dia berkata, "Aku bermimpi melihat seorang perempuan berkhotbah di atas mimbar dan orang-orang berada di sekitarnya.

Ibnu Sirin pun berkata, "Apabila mimpimu benar, pasti perempuan itu akan dipermalukan di depan orang banyak."

Berbeda dengan Ibnu Sirin, Al-Kirmani menyatakan, apabila perempuan itu seorang mukminah, itu menandakan orang-orang akan mendapatkan kebaikan yang banyak dalam hal keagamaan, ilmu, dan sebagainya.

Setiap gunung adalah mimbar atau sesuatu yang dinaiki oleh para raja atau pakaian yang mereka kenakan. Adapaun ketika seorang lelaki bermimpi melihat dirinya berada di atas mimbar, padahal dia bukan orang yang layak berada di mimbar, itu menandakan dia akan disalib sampai waktu yang dikehendaki Allah. Silakan Anda kiaskan yang lainnya seperti ini.

• Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya berada di tenda besar, itu menandakan dia akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang dilihatnya dalam mimpi. 

• Apabila dia bermimpi melihat dirinya keluar dari tenda besarnya, itu menandakan dia akan kehilangan kekuasaannya.

Wallahu 'alam.

#wgsantriindonesia 
#tafsirmimpi

Jumat, 27 November 2020

(1) Mimpi Melihat Matahari, Bulan, Planet, Awan, dan Angin

(1) Mimpi Melihat Matahari, Bulan, Planet, Awan, dan Angin

"Mimpimu tak lagi hanya menjadi bunga tidur. la bisa menjadi salah satu caramu dalam mengambil keputusan."

- Umar Khayyam


• Barang siapa bermimpi melihat matahari yang jernih terang dan dia dapat melihat matahari itu, menandakan dia akan mendapatkan kekuasaan besar apabila dia memang orang yang berhak memilikinya. Apabila dia bukan orang yang berhak memiliki kekuasaan itu, menandakan dia akan bersahabat dengan raja-raja. 

• Apabila dia melihat matahari itu terbit dari rumahnya, menandakan dia akan mendapatkan banyak kebaikan.

• Bermimpi melihat matahari terhalang awan, menandakan pemimpi akan mengalami sesuatu hal yang sangat besar dalam beberapa hari atau dalam beberapa hari seorang raja akan wafat.

• Barang siapa bermimpi melihat awan mendung menutupi matahari, menandakan akan ada orang yang keluar dari dukungan terhadap raja.

• Barang siapa bermimpi melihat titik gelap pada bola matahari, menandakan raja akan jatuh sakit.

• Barang siapa bermimpi melihat planet-planet tersebar di tengah matahari yang sedang gerhana, menandakan pasukan raja akan bercerai-berai.

• Tafsir mimpi melihat bulan sama dengan mimpi melihat matahari ketika mengalami gerhana, menghilang, atau keadaan lainnya. Al-Kirmani menyatakan, bulan menandakan menteri raja.

Suatu ketika seorang lelaki mendatangi Ibnu Sirin dan berkata, "Istriku bermimpi melihat bulan ada di dalam rumahnya. Lalu ia bermaksud mengambil sebagian dari cahaya bulan ini sebelum ia
pergi. la pun mengambil segumpal kapas, lalu dia letakkan pada bulan itu dan mendadak bulan itu padam."

Ibnu Sirin pun bertanya kepada lelaki itu, "Apakah istrimu sedang mengandung?"

Lelaki itu menjawab, "Ya."

Ibnu Sirin berkata, "Dia akan melahirkan seorang anak, tetapi kemudian dia akan meninggal dunia."

Suatu ketika seorang perempuan datang lalu berkata kepada Ibnu Sirin, "Aku bermimpi melihat seakan-akan bintang Tsurayya (Pleiades) dan Jauza (Orion) turun ke bumi, orang-orang pun takjub melihat itu."

Seketika itu juga lbnu Sirin meminta perempuan itu pulang seraya berkata, "Sungguh engkau telah menyampaikan kabar kematianku!" 

Cahaya matahari dan bulan menandakan raja. Planet-planet yang diketahui identitasnya adalah tanda para pembesar dari kalangan ulama, dan bintang-bintang menandakan raja.

• Adapun mengenai mimpi melihat awan, barang siapa bermimpi melihat awan di tengah langit, itu menunjukkan keadilan sultan. Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya mendapatkan bagian tertentu dari awan, itu pertanda dia akan mendapatkan kebaikan, ilmu, atau hikmah. Apabila seseorang bermimpi melihat dirinya berjalan bersama awan, itu menandakan dia akan bersahabat dengan sultan yang adil atau dengan seorang ulama yang bijak.

• Apabila seseorang bermimpi melihat awan mendung di langit, tetapi awan itu tidak menurunkan hujan, itu menandakan orang bijak yang ada di tempat itu tidak dapat dimanfaatkan kebijaksanaannya. 

• Apabila seseorang bermimpi melihat sepotong awan berada di suatu tempat, itu menandakan ada seorang ahli hikmah atau seorang alim yang ditinggalkan oleh orang banyak.

• Adapun mimpi berupa penampakan angin, sesungguhnya mimpi itu menandakan fitnah. Kesimpulan mengenai hal ini ditariknya dari firman Allah,

فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْٓ اَيَّامٍ نَّحِسَاتٍ 

"Maka Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang nahas." (QS. Fussilat[41]:16)

• Apabila seseorang bermimpi melihat angin membawa dirinya dari satu tempat ke tempat lain, menandakan dia akan menjadi sultan atau menjadi musafir. Allah swt. bertirman,

فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيْحَ تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖ رُخَاۤءً حَيْثُ اَصَابَۙ

"Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya," (QS. Sad[38]:36)

• Barang siapa bermimpi melihat angin merontakkan pohon kurma atau pohon lainnya, itu menandakan para lelaki di negerinva akan mati. Allah swt berfirman,

تَنْزِعُ النَّاسَۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنْقَعِرٍ 

"Yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya." (QS. Al-Qamar[54]:20)

• Barang siapa bermimpi melihat angin berembus sangat kuat mengguncang, itu menandakan datangnya bahaya dan kesedihan. Mimpi berupa angin yang membawa hujan menandakan suburnya pertanian dan buah-buahan di negeri yang bersangkutan. Silahkan anda kiaskan yang lainnya seperti ini, In Syaa Allah.

#tafsirmimpi
#wgsantriindonesia

Sabtu, 15 Agustus 2020

KISAH CINTA PENUH PENGORBANAN MEMBARA, SANINDO KUDUS DAN SANINDO JEPARA

KISAH CINTA PENUH PENGORBANAN MEMBARA, SANINDO KUDUS DAN SANINDO JEPARA

Apalah daya rasa tak bisa ditahan, pikiran pun malayang lewat tulisan.. Mulut terkunci rapi, hatipun akhirnya bercerita..

Aktifis, yang terlintas dalam benak kita adalah sosok inspiratif yang selalu aktif.. Hatinya tegar bagaikan karang di lautan, tak sedikit pun mengeluh, walau setiap waktu dihempas ombak diterjang badai.. Baginya, setiap masalah kehidupan adalah bara api yang membuat besi mudah ditempa menjadi sebuah belati.. Akan tetapi, soal cinta lain pula ceritanya.. Cinta bukan hanya berjuta rasa, tetapi juga yang melatari berbagai tindakan dan keputusan.. Dia datang secara perlahan, tak bisa diduga, dan tiba-tiba saja kita sudah berada dalam pelukan asmara. Manis-pahitnya.. Suka-dukanya.. Tawa dan tangisnya.. Lalu, bagaimana ketika seorang aktivis jatuh cinta ? Ceritanya pasti tidak sederhana.. Saat idealisme bertemu dengan kerinduan yang mengharu biru, semua menjadi tidak bisa diduga ke mana arahnya..

Kisah cinta itu dimulai dari pertemuan tak sengaja dengan seorang gadis cantik jelita berkacamata bulat merona di sebuah organisasi WG SANINDO (Wadah Gerakan Santri Indonesia) di rumah sang pria itu sendiri, pada hari Ahad, 26 November 2017.. Gadis itu mirip dengan perempuan dalam mimpinya.. Dia bernama Ana Rosyidah salah satu aktifis juga di Sanindo Jepara..

Seiring berjalannya waktu, perasaan kagum itu berubah menjadi sebuah rasa yang malu sekali dia menyebutnya, yaitu cinta.. Maka pria yang sering di sapa kang rohman atau kang otok santoso menganggapnya hanya perasaan suka saja . Tapi apalah daya, kang rohman tidak begitu pintar membohongi diri sendiri . Maka dia menyerah dan jujur pada dirinya sendiri bahwa mulai tumbuh bibit-bibit cinta di tanah hati yang sedang subur itu.. Hal ini membuatnya merasa canggung setiap kali dekat dengan gadis sholehah nan rupawan itu.. Karena itulah kang rohman selalu berusaha tampil sesempurna mungkin di depannya, meskipun respon mbak ana sangat cuek bebek bingit kala itu.. Hal ini bukannya tak beralasan.. kang rohman tau, bahwa diam-diam banyak pria yang juga menaruh hati pada mbak ana.. Tapi dia tak berhenti disitu saja, dia tetap berusaha sekuat tenaga, tentunya dengan meminta solusi kepada sang master cinta, presiden sanindo untuk dapat bersatu dan bersanding dengannya.. 

Singkat cerita, akhirnya pada hari Sabtu, 15 Agustus 2020.. Bersatulah mereka dalan ikatan suci, yaitu pernikahan sakral..

Barokallah, semoga kang rohman dan mbak ana mampu menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, dan segera diberi momongan anak yang sholeh sholehah.. amin ya rabbal alamin..

#wgsantriindonesia #wgsanindo #sanindo #wgsi #sanindolovestory #sanindomantu #sanindoekspati #sanindokudus #sanindojepara

Senin, 03 Agustus 2020

TUJUH ANGGOTA SUJUD

TUJUH ANGGOTA SUJUD
Oleh Kiai Agus Salim AB

Pada waktu sujud dalam shalat, ada tujuh anggota badan kita yang harus menempel pada tempat sujud, yaitu :

1. Dahi 
2. Telapak tangan kanan
3. Telapak tangan kiri
4. Lutut kanan
5. Lutut kiri
6. Ujung telapak kaki kanan
7. Ujung telapak kaki kiri

Apabila tujuh anggota badan yang disebutkan di atas tidak menempel pada tempat sujud ketika sujud, maka shalatnya tidak sah (batal).

Dalilnya, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الْجَبْهَةِ - وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ - وَالْيَدَيْنِ، وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ

“Aku diperintahkan bersujud dengan tujuh bagian anggota badan, yaitu : Dahi (termasuk juga hidung, Nabi  mengisyaratkan dengan tangannya), telapak tangan kanan dan kiri, lutut kanan dan kiri, dan ujung kaki kanan dan kiri”. (Hr. Bukhari, no. 812, dan Muslim, no. 490).

Jika dari anggota tubuh tersebut tidak menyentuh lantai, shalatnya berarti tidak sah. Namun jika kita katakan wajib bukan berarti telapak kaki dan lutut harus dalam keadaan terbuka. 

Adapun untuk telapak tangan wajib terbuka menurut salah satu pendapat ulama Syafi’iyah sebagaimana dahi demikian. Namun yang lebih tepat, wajib terbuka untuk dahi dan tidak wajib terbuka untuk kedua telapak tangan.

Adapun jari kaki kita harus dalam posisi madal, yaitu bagian bawah sebagian jari kaki kita menempel di lantai tempat sujud. Walaupun memakai seumpama kaos kaki.

Semoga bermanfaat.

Selasa, 14 Juli 2020

WAWASAN, CARA PANDANG, TATACARA BERPIKIR

WAWASAN, CARA PANDANG, TATACARA BERPIKIR
Oleh : Habib Iqbal bin Yahya

Agama itu suatu kenikmatan.
Agama itu suatu kebutuhan.
Sehingga bagi yang menjalaninya akan membuahkan kebahagiaan dan ketenangan.

Jika Agama adalah suatu beban, maka yang terjadi adalah tekanan (pressure) dan pelaksanaannya hanya sekedar gugur kewajiban dan hasilnya jauh dari harapan.

Agama itu kesadaran untuk bebas memilih dan berkehendak dengan disertai tanggung jawab yang harus di emban. Maka hasilnya adalah toleransi dan saling menghargai.

Jika Agama adalah pemaksaan kehendak, maka hasilnya adalah pertikaian yang tiada akhir.

Itu saja dulu.... Ekhemmm...

KISAH EMAS DAN TANAH

KISAH EMAS DAN TANAH 

Suatu hari, emas berkata kepada tanah, "Lihatlah dirimu, suram, lemah, tak menarik, dan kotor. Apakah engkau memiliki kilau seperti aku? Apakah nilaimu setinggi aku?" 

Tanah dengan tenang menjawab, "Aku mungkin tidak berkilau seperti dirimu, tetapi akulah yang menumbuhkan bunga dan buah, aku menumbuhkan rumput dan pohon, menjaga kehidupan, dan memberi manfaat bagi banyak makhluk. Bisakah kau melakukan itu, emas?"

Emas pun terdiam tanpa kata. 

Begitu pula dalam kehidupan ini. Tak sedikit orang seperti emas—berharga, memukau, namun sering kali kurang memberi manfaat bagi sesama. Mereka sukses dalam karier, rupawan dalam rupa, tetapi enggan membantu, bahkan sekadar peduli. Meskipun di sekitar mereka ada begitu banyak yang membutuhkan pertolongan, sikap cuek tetap mendominasi.

Namun Allah Maha Adil. Lahir pula pribadi-pribadi yang menyerupai tanah; sederhana, tidak menonjol, tapi selalu siap mengulurkan tangan kapan saja dibutuhkan.

Makna sejati dari hidup bukan terletak pada seberapa tinggi nilai atau status kita di mata dunia, melainkan pada seberapa besar keberadaan kita memberi manfaat bagi sesama. 

Hidup kita baru benar-benar bermakna apabila keberadaan kita menjadi berkah buat orang lain. Apalah arti kesuksesan, kekayaan, posisi penting, atau segudang ilmu jika semua itu tidak bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Apa gunanya kemakmuran jika tak pernah berbagi? Buat apa kepintaran bila tak mampu memberikan inspirasi? 

Hidup adalah perjalanan. Ada masa untuk memberi dan ada saatnya kita menerima. Jadilah seperti tanah—biasa namun bermanfaat, sederhana tapi berkah bagi banyak orang.