Senin, 30 Maret 2020

HAKEKAT KESALEHAN

HAKEKAT KESALEHAN
Oleh : Prabowo Wiratmoko Jati

Ada 2 kesalehan menurut Syaikh Maulana Jalaluddin Rumi yaitu : 

Pertama adalah Kesalehan polesan, orang meletakkan nilai pada segi-segi lahiriah.. Orang meletakkan kemuliaan pada pelaksanaan secara harfiah teks syareat.. Jadi apa yang dilakukan seperti perintah agama, yang dipegang hanya bungkusnya saja, tetapi melupakan hakekatnya. Kemudian yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang dimaksudkan.

Seperti dalam matsnawi pada kisah seorang muadzin yang bersuara jelek. Inti kisah tersebut, seorang pendeta nasrani mempunyai putri yang cantik jelita.. Putrinya jatuh cinta dengan seorang pemuda muslim yang sholih..

Ternyata pemuda tersebut seorang muadzin yang suaranya sering terdengar di gereja pendeta tersebut.. Para sahabat dan saudara muslim sudah berkali-kali mengingatkan agar jangan adzan karena suaranya jelek.. Tetapi ia bersikeras untuk tetap mengumandangkan suaranya.. Al-hasil sebagai rasa terima kasihnya, sang pendeta memberikan banyak hadiah kepada pemuda tersebut, sebab putrinya tidak jadi menikah dengannya..

Putrinya tidak suka dengan suara adzan yang jelek itu (digaris bawahi bahwa kalimat adzannya bagus dan indah, tapi suaranya yang sangat mengganggu dan jelek), lalu sang putri memutuskan untuk tidak melanjutkan percintaan dengan pemuda tersebut..

Kisah dalam Matsnawi ini merupakan sebuah fragmen parodikal dan satir yang baik untuk direnungkan.. Bagi Rumi dalam kisah ini, adzan merupakan gambaran dari ajaran yang mulia, namun bila disampaikan secara sumbang, tidak akan menarik, bahkan membuat benci..

Seindah apapun ajaran yang dimiliki Islam, jika disampaikan dengan buruk rupa justru akan membuat orang lain menjauh..

Kedua adalah Kesalehan Tulus, kesalehannya Bayazid Al Bustami.. Kesalehan ini menekankan pentingnya memelihara lahiriah agama dengan tidak melupakan segi-segi yang tulus.. Maulana Jalaluddin Rumi mengingatkan kepada kita bahwa kesalehan yang tulus, betapapun kecilnya akan mengubah dunia, sebaliknya kesalehan yang tidak tulus (polesan), betapapun besarnya tidak berdampak apa-apa, kecuali akan menjauhkan orang dari ajaran Islam yang sebenarnya. .

Sebagai contoh, meskipun berjuta orang berkumpul melakukan sholat berjamaah tetapi dalam rangka unjuk kekuatan atau pamer.. Apalagi hal itu sebagai bentuk perselingkuhan agama dengan politik (memoles kesalehan dengan politik), yang terjadi justru kemudaratan..

Yang kita perlukan sekarang kesalehan tulus Bayazid Al-Bustami, satu tetes tulus yang membawa orang kembali kepada Allah SWT.. Marilah, kita senantiasa mencari rahasia dari setiap ibadah yang kita lakukan.. Tulisan diambil dari beragai macam sumber 

- Jalaluddin Rumi, Cinta Sejati dan Matsnawi

Sabtu, 28 Maret 2020

PESAN CINTA VIRUS CORONA/COVID-19 UNTUK MANUSIA

PESAN CINTA VIRUS CORONA/COVID-19 UNTUK MANUSIA

Wahai manusia yang tercinta..

Sebelumnya aku minta.. Aku datang hanya menjalankan tugas Ilahi, kalaupun kalian meninggalkan dunia karena aku.. Sungguh itupun sudah tertulis di Lauhul Mahfudz (Pohon  Takdir).

Aku hanya sebuah sarana saja.. Sarana bagi kalian untuk menemui Sang Maha Cinta.. Bukankah seharusnya kalian bahagia? Karena dapat hadiah mati syahid.. 

Syahid Akhirat seperti orang yang meninggal teraniaya tanpa adanya peperangan, mati akibat sakit perut, wabah penyakit, tenggelam, berkelana, mencari ilmu, dimabuk cinta, tercerai, berada di daerah musuh dan sebagainya. [ Al-Fiqh al-Islaam II/699 ]

Lihatlah, ketika kalian tidak lagi berkendara menuju kantor, sekolah dan tinggal dirumah.. Bumi akan tidak begitu sesak dengan asap kendaraan kalian.. Kalian juga akan lebih dekat dengan keluarga..

Membantu anak mengerjakan tugas sekolah.. membantu pasangan atau ibu kalian mengerjakan pekerjaan rumah.. Bukankah itu begitu indah?

Aku sungguh senang sekali, kalian sekarang lebih peduli dengan kebersihan.. Lebih sering cuci tangan dengan sabun, lebih sering wudhu.. Dan selalu menjaga kebersihan..

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ , نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ , كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ , جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ , فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ 

Artinya "Sesungguhnya Allah itu baik dan mencintai kebaikan, Bersih (suci) dan mencintai kebersihan, Mulia dan mencintai kemuliaan, bagus dan mencintai kebagusan, bersihkanlah rumahmu.." (H.R.Tirmidzi dari Saad).

Kalian sekarang jadi beribadah bersama dirumah.. Membaca Al-Qur'an bersama keluarga tercinta, dimana masa itu sangat jarang sekali kalian lakukan bersama keluarga tercinta..

Atau bersholawat Li Khamsatun Tola' Bala' bersama untuk mengisi waktu, sekaligus memohon perlindungan Allah.. Sebelumnya mungkin jarang, atau bahkan tidak pernah.. Karena kehadiranku hal itupun tercipta..

Sebagai renungan kalian wahai manusia.. Betapa kecil dan tak berarti apa-apanya diri kalian.. Kalian sadari itu.. Kesombongan orang-orang besar yang ada pada diri manusiapun runtuh oleh makhluk kecil seperti diriku.. Yang hanya berukuran nano meter, kalianpun sadar akan Kuasa Allah yang begitu Besar..

Sikap peduli kalianpun muncul.. Meskipun ada social distance dan tidak bisa pergi kemana-mana.. Namun lewat jari dan HP.. Kalian bisa mengirim donasi saling membantu kepada yang membutuhkan.. Padahal tadinya mungkin kalian kurang peduli, bahkan cuek.. Namun karena merasa sama-sama menderita, akhirnya jiwa sosial itu muncul..

Saat rumah ibadah ditutup, kalian baru sadar.. Bahkan bertanya-tanya.. Kapan terakhir kali mengunjungi Masjid..

Benar, Tuhan saat ini sedang menegur kalian lewat kedatanganku.. Tuhan kangen banget sama kalian, kangen juga dengan curhatan kalian.. Kata Allah : "Aku tidak mungkin membiarkanmu larut dalam kesulitan. hambaku, Aku disini, Aku disini."

Jangan berterimakasih padaku, berterimakasihlah kepada-Nya..

Pesan cinta dariku ini, hanya ingin kalian sadar, bahwa dunia ini hanya sementara.. Tempat persinggahan saja, bukan tujuan.. Rumah kalian yang sesungguhnya adalah Akhirat..

Jadi, jangan sedih jika kalian dilarang pemerintah untuk pulang kampung gara-gara aku.. Itu belum seberapa.. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak investasi akhirat, sebagai bekal untuk pulang ke kampung yang abadi..

Berkat kesadaran akan sementaranya didunia ini, kalian tidak lagi saling menyalahkan.. Justru kalian akan naik level dari yang tadinya problem finder (penemu masalah), sekarang menjadi problem solver (penyelesai masalah)..

Jujur, aku seneng melihat kalian sudah tidak lagi membahas perbedaan.. Kalian saat ini saling bergandengan tangan, dan bersatu untuk melawan aku..

Salam dari temen-temen virus yang lain untuk kalian.. Bahwa kita sama-sama makhluk ciptaan Tuhan, kalian beribadah dengan cara kalian, dan kami bertugas beribadah dengan cara kami.. Semoga kalian menang melawanku.. Dan bisa istiqamah dalam menjaga kebersihan.. 

Ingat, waspada kepadaku boleh, panik jangan !!!

Terimakasih atas waktunya..

Jumat, 27 Maret 2020

DIMANAPUN ANDA BERADA MALAIKAT MAUT MENJEMPUTMU

DIMANAPUN ANDA BERADA MALAIKAT MAUT MENJEMPUTMU
Oleh : Kiai Agus Salim AB

Dengan menyamar sebagai manusia, malaikat maut si pencabut nyawa bertamu pada Nabi Sulaiman As yang sedang duduk bersama temannya. malaikat maut menatap salah seorang di antara mereka dengan pandangan yang begitu tajam.

Hal itu menarik perhatian sebagian besar teman-teman Nabi Sulaiman. Setelah malaikat itu keluar majelis, mereka bertanya, "Siapakah orang tadi ya Nabiyullah? Kulihat dia terus-menerus memandangiku?" kata seorang teman Nabi Sulaiman.

"Dia itu malaikat Izrail pencabut nyawa," katanya. Mendengar jawaban itu, lelaki yang bertanya itu hatinya menjadi kecut. Tubuhnya gemetar, keluar keringat dingin dari tubuhnya. Dia berpikir, tentu tidak lama lagi nyawanya akan dicabut dan meninggal.

Melihat perubahan mimik semacam itu, Nabi Sulaiman lalu menghibur temannya yang akan dijemput maut itu. "Ajal adalah kepastian bagi setiap makhluk. Hadapilah dia dengan tenang. Nah, sebelum kau meninggalkan dunia ini, adakah keinginan yang paling kau dapatkan selama ini?" tanya Nabi Sulaiman. Ada jawabnya.

"Aku ingin dibawa terbang oleh angin dan dijatuhkan di Negeri India agar aku bisa menghindari kedatangan malaikat maut itu," katanya. Dia berpikir dengan melarikan diri jauh ke India, Izrail tak mampu mendatanginya dan mencabut nyawanya. "Baiklah, sekarang juga kau bisa menikmatinya," kata Nabi Sulaiman.

Untuk mengabulkan permintaan temannya itu, Nabi Sulaiman segera memerintahkan pasukan angin untuk menerbangkan temannya itu jatuh ke Negeri India. Di India ternyata Izrail telah menunggu. Betapa terkejutnya lelaki itu melihatnya. Namun dia tak bisa berbuat apa-apa karena malaikat segera mencabut nyawanya sesuai yang ditugaskan Allah SWT. Matilah lelaki itu di India.

Setelah itu, malaikat segera mendatangi Nabi Sulaiman kembali ke tanah Palestina. "Kau datang lagi? Dari mana kau?" tanya Nabi Sulaiman. "Dari Negeri India," jawab malaikat. "Dari India? Oh ya, mengapa engkau tadi memandangi teman dudukku?"
"Waktu itu aku sedikit heran," jawab malaikat. "heran, memangnya kenapa?" tanya Nabi Sulaiman.

"Aku diperintahkan Allah untuk mencabut nyawa orang itu di India, tetapi saat itu dia berada di Palestina di sampingmu. Padahal jarak antara Palestina dan India itu cukup jauh. Dan tidak mungkin di tempuh dalam waktu sekejap. Karena itu aku menjadi heran dan meninggalkan majelis itu katanya."

"Lalu, apa yang kau lakukan?" tanya Nabi Sulaiman lagi. "Aku terus saja pergi ke India, karena tugas itu harus kulaksanakan di sana. Masya Allah, tiba-tiba dalam sekejap, lelaki itu sudah ada di sana. Maka kulaksanakan tugas itu dengan mencabut nyawanya di India."

- Kitab Ihya Ulumuddin, Hal 452
- Karya Imam Al-Ghazali

Kamis, 26 Maret 2020

SELF CONCEPT (SEMANGAT HIDUP)

SELF CONCEPT (SEMANGAT HIDUP)
Oleh : Ibu Tri Retno

Kamu pernah nggak sih kehilangan semangat hidup?

Pasti ada satu alasan dimana kamu merasa terpuruk dan hampir menyerah menjalani hidup..

Salah..

Iya memang itu sesuatu hal yang salah, tapi jujur pada diri sendiri akan sangat membantumu disaat kondisimu tertekan..

Kamu nggak perlu selalu berusaha untuk kuat, terkadang menerima kondisimu bahwa kamu bukanlah supermen atau wonderwomen bisa melapangkan sedikit bebanmu..

Ingat !!! 
Bahkan supermen dan wonderwomen itu juga pernah menangis, mereka tidak se-setrong itu guys..

Oke, bagaimana cara membangun SELF CONCEPT atau semangat hidup?

Yang pertama kamu harus inget bahwa kamu punya orang tua, kamu bisa berbagi dengan mereka, bertukar pikiran, dan mengambil pengalaman hidup yang pernah mereka jalani. Kalau kamu merasa nantinya masalahmu justru akan membebani mereka kamu bisa berbagi sama teman sebaya.. Inget ya guys, mencari teman yang bisa diajak tukar pikiran itu beda sama teman ngerumpi, jenis yang terakhir ini bahkan bisa membuatmu lebih tertekan, karena bisa saja masalahmu bocor kemana-mana. Ini kan nggak lucu kalau temen sekampus tau kamu lagi punya masalah..

Yang ketiga lingkungan..
Carilah iklim lingkungan yang kondusif, hadirilah majelis solawatan, pengajian atau sowan abah yai minta nasehat dan tentunya barokah doanya, sebagai contoh..

Selanjutnya..
Kenali dirimu sendiri, setelah kamu menerima dirimu sendiri, kekurangan dan kelebihan dirimu menerima dengan ikhlas keadaanmu, ikhlas menerima kesalahanmu dan memaafkan kesalahanmu sendiri..

Maka galilah potensi dirimu sendiri, bukankah Tuhan tidak menciptakan sesuatu-pun dengan sia-sia.. 

Berbahagialah dengan potensi yang kamu punya..

Berproseslah..

Sesungguhnya apa yang kamu pikirkan, maka seperti itulah dirimu. Maka berproseslah ke arah yang jauh lebih baik.

Rabu, 25 Maret 2020

PENYESALAN DI MASA LALU

PENYESALAN DI MASA LALU
Oleh : Ibu Tri Retno

Mari berandai-andai..

Seandainya anda bisa pergi ke masa lalu, dan punya kesempatan untuk merubah kejadian, apa yang akan anda lakukan?

Merubah pilihan jurusankah?
Mencoba lahir dari orang tua yang berbedakah?
Mengubah pasangan hidupkah?

Yakin itu akan merubah keadaan hidup anda saat ini?
Yakin itu sebuah solusi?

Jika anda merasa kehidupan anda saat ini tidak bahagia tidak sesuai dengan harapan anda, mungkin anda saat ini merasa menyesal atas apa yang terjadi pada masa lalu anda.

Yakinlah berusaha flash back ke masa lalu bukan benar-benar solusi jika memang hal ini yang sekarang anda rasakan, yang ada bagaimana caranya anda menghadapi penyesalan masa lalu supaya bisa tetap fokus ke masa kini dan masa depan.

Hal pertama yang anda harus lakukan adalah, mengikhlaskan masa lalu anda, seperti saat anda membuang kotoran. Masa lalu anda sejatinya tidak akan pernah kembali, dan jangan pernah mencoba untuk mengulang kembali masa lalu, tetap fokus pada posisi anda saat ini, terima apa adanya anda saat ini.

Kemudian, cari kesalahan anda yang menyebabkan anda menyesal dan berjanjilah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama supaya anda tidak menyesal untuk yang kesekian kalinya.

Yang terakhir, ada hal yang memang sudah tidak bisa dirubah, anda harus paham tentang hal itu. Ada hal yang anda tidak bisa mengontrol keadaan yang mana mekanismenya sudah diatur sedemikian rupa oleh Sang Maha Pencipta.

Jadi intinya, menerima..
Belajar dari apa yang bisa diubah dan apa yang tidak bisa anda kontrol.

Terima kegagalan anda dengan lapang dada, manusia itu butuh kegagalan, kenapa begitu?

Karena dari kegagalan dia akan belajar banyak, belajar lebih baik. Misalnya anda adalah seorang karyawan magang, saat pertama anda bekerja tentu anda akan merasa canggung, merasa grogi dan lain sebagainya. Anda akan membuat banyak kesalahan konyol yang mempermalukan diri anda sendiri, kemudian hari berikutnya anda tentu masih akan membuat kesalahan, tapi anda pasti tidak akan membuat kesalahan yang jauh lebih besar dari hari pertama anda bekerja. Kemudian anda akan mulai menikmati ritmenya dan mulai mencari cara untuk mendapat bonus tambahan.

Ketika anda sudah sampai ke titik ini atau bahkan lebih, sebagai karyawan tetap misalnya. Apa anda akan mau diajak kembali ke masa lalu untuk merubah keadaan anda saat ini?

Pasti akan membuang banyak waktu, karena anda akan kembali lagi ke titik nol, dan sangat tidak efisien.

Salam Kaizen