Rabu, 08 Februari 2017

Kajian Safiinah An Najah BAB Syahadat (Makna Laa ilaha illalloh)

Kajian Safiinah An Najah
BAB Syahadat (Makna Laa ilaha illalloh)

Fashal - 4
(Makna laa ilaha illalloh)

(فَصلٌ) وَمَعنَى لاَ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ لاَ مَعبُودَ بِحَقٍّ فِي الوُجُودِ اِلاَّ اللّهُ

Lafadz Latin :
Wama'naa Laa Ilaaha Illallaahu Laa Ma'buda Bihaqqin Fil Wujuudi Illallaahu .

Terjemah :
"Dan makna kalimat Laa Ilaha Illallahu yaitu tidak ada yang disembah dengan sebenar-benarnya pada keadaan kecuali Allah."

🍃 Pembahasan kata (اله) dan (الله) di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

-       لا

(tidak), kata nafi (menafikan/menidakkan).

-       اله

 (tuhan), manfiy (yang dinafikan/ditiadakan).

-       لااله

 (tidak ada Tuhan), menafikan dan menghapus semua bentuk penyembahan kepada selain  Allah.

-        الا الله

 (selain Allah), menetapkan penyembahan (ibadah)  hanya kepada Allah.

-       Jadi :
: لااله الا الله = لاَ مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إِلَّا الله = Tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah.

وَمَعنَ اَشهَدُ اَن لاَّاِلَهَ اِلاَّ اللَّه اَن تَعلَمَ وَتَعتَقِدُ وَتُومِنُ وَتَصدِقُ اَن لاَ مَعبُودَ بِحَقٍّ فِي الوُجُودِ اِلاَّ اللَّهُ الوَاحِدُ الاَحَدُ الاَوَّلُ القَدِيمُ الحَيُّ القَيِّمُ البَاقِي الرَّاعِمُ الخَالِقُ الرَّازِقُ العَالِمُ القَدِيرُ الفَعَّالُ لِمَايُرِيدُ

Artinya :
"Adapun makna kalimat asyahadu allaa ilaaha illallaah, adalah kamu harus mengetahui, memantapkan dalam hati, diucapkan dengan lisan, serta dilakukan dan diamalkan dengan seluruh anggota lahir percaya dan membenarkan, bahwa tiada yang disembah dengan sebenarnya dalam wujud, melainkan Allah Maha Esa, Maha Awal, Maha Qadim, Maha Dahulu tanpa permulaan, Maha Hidup, Maha Berdiri dengan zat-Nya sendiri, Maha Kekal, Maha Abadi, Maha Pencipta, Maha Pemberi Rizki, Maha Mengetahui, Maha Kuasa dan Maha Berbuat apa saja yang dikehendaki. Apapun yang dikehendaki pasti terjadi dan apapun yang tidak dikehendaki tentu tidak ada."

Makna iman
Makna iman secara etimologis adalah percaya, namun implementasi dari iman adalah ta'at. Apabila iman diartikan hanya sebatas percaya, maka iblis pun bisa di katakan beriman karena iblis jelas2 percaya adanya Allah, tapi iblis tidak ta'at pada Allah.
🍀 Para ulama mendefinisikan iman yg sebenarnya adalah mengikrarkan dengan lisan, meyakini dengan hati, dan mengamalkan dengan anggota badan.
🍀 Definisi itu merupakan interpretasi (penafsiran/pemaknaan) dari syahadat. Karena implementasi (pelaksanaan/pembuktian) dari syahadat adalah beriman kepada Allah dan Rosul-Nya yg di buktikan dengan perkataan, keyakinan, dan perbuatan.

Rukun, Syarat dan Batalnya Syahadat
Syahadat merupakan rukun islam yg pertama, kita ketahui bersama bahwa setiap rukun islam dari rukun islam yg empat yaitu Sholat, Zakat, Puasa, dan Haji memiliki syarat, rukun, dan batal. Namun tidak banyak yg tau dan mengkaji syarat, rukun, dan batalnya syahadat sebagai rukun islam pertama ini.
Terdapat dalam kitab Tanqih Al-Qaul (Syeikh Nawawi Al-Bantani), Hal 13

✨ Rukun Syahadat itu ada 5 :
1. Syahid
2. Masyhudun lah
3. Masyhudun Alaih
4. Masyhudun Bih
5. Shighot.

✨ Adapun Syarat Syahadat itu terdiri dari :
1. Mengetahui artinya bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah.
2. Membacanya dengan berturut turut antara Syahadat Tauhid dan Syahadat Rosul.
3. Membacanya syahadat harus dengan lafadz "Asyhadu" dan berbahasa arab.

✨ Sedangkan batal Syahadat terdiri dari empat macam :
1. Mengucapkan Allah tidak satu
2. Ragu ragu terhadap Af'alullah
3. Memungkiri bahwa dirinya diciptakan oleh Allah
4. Tidak yakin kepada Allah.

✨ Fardhunya Syahadat terdiri dari 3 macam :
1. Di ucapkan dengan lisan
2. Meyakinkan dalam hati
3. Di Amalkan dengan anggota badan.
Wallahu'alam

Kumpulan Pertanyaan & Jawaban Bab Syahadat
Senin, 06 Februari 2017

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Jawaban-jawaban ini kami buat berdasarkan hasil diskusi poro admin WAG SANTRI INDONESIA
Dan tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan atau ketidakpuasan atas jawaban kami.

Kekurangan hanya milik kami,dan kesempurna'an hanyalah milik Alloh SWT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

💎 WAG A : Mbak Akha

Pertanyaan :
Bagaimana maksud dari Fardhu syahadat diamalkan dengan anggota badan ?

Jawaban :
Syahadat Istiqomah dengan badan yaitu Membiasakan beribadah dan ta'at
[Durrat An-Nasihin (Syeikh Ustman Al-Khaubawi), Hal 200]

💎 WAG B : Mbak Mei

Pertanyaan :
Dengan seseorang mengucapkan dua kalimat Syahadat, sudah bisa dibilang masuk islam.
Siapa yg jadi saksinya ?

Jawaban:
Sudah bisa disebut ISLAM, jika syaratnya sudah terpenuhi.,
Dan Yang menjadi Saksi ialah
Syahid (orang yang bersaksi) yaitu orang Islam.[Tanqih Al-Qaul (Syeikh Nawawi Al-Bantani), Hal 13]

💎 WAG C : Kang David Nia

Pertanyaan :
Oke, saya izin bertanya.
Mengapa dalam kata syahadat untuk Allah memakai Laa Ilaaha Illallah? Mengapa harus ada penafian?
Apakah berbeda dengan bacaan Allahu Ahad?
Kan ma'nanya sama, Tiada Tuhan selain Allah yg berarti Allah hanya maha Satu. Syukron.

Jawaban :

وفيه التخلص من عقائد الدهرية ومن يقول بنفي المعاد البدني، وذلك بذكر الجنة والنار.
وظاهر الحديث ضرورة التلفظ بالشهادتين، لكن قال الأبي: لا يشترط في داخل الإسلام النطق بلفظة "أشهد" ولا التعبير بالنفي والإثبات فلو قال: الله واحد، ومحمد رسول الله كفى، وأما كون النطق بذلك شرطا في حصول الثواب المذكور فمحتمل. اهـ.
وعقب عليه السنوسي بقوله: في قوله: لا يشترط في داخل الإسلام التعبير بالنفي والإثبات نظر، لأن المحل محل تعبد، فلا يعدل عما نص عليه الشرع، حتى قال بعض العلماء: من قدم وأخر في كلمتي الشهادة فقال مثلا: محمد رسول الله لا إله إلا الله لم يقبل منه. اهـ
فتح المنعم على شرح صحيح المسلم ج: ١ ص: ١٠٧

Intinya ..
Tidak disyaratkan masuk islam harus menggunakanan  lafadz اشهد"
Tetapi walaupun dengan mengucapkan lafadz
" الله احد و محمد الرسول الله"
Itu sudah mencukupi untuk menggantikan lafad "اشهد"..

[Fathul mu'in 'ala syarhi shohihilmuslim juz:1 hal:107]

💎 WAG D : Kosong

💎 WAG E : Mbak Ummu

Pertanyaan :
Apa  pengertian  dan  apa  perbedaan dari
Syahid, Masyhudun  lah, Masyuhudun  alaih, Masyuhudun  bih, dan Shighat ?

Jawaban :
1. Syahid
(orang yang bersaksi) yaitu orang Islam.
2. Masyhud lah
(yang disaksikan) yaitu Allah SWT  dan Rasul-Nya.
3. Masyhud Alaih
(yang bersaksi) yaitu orang musyrik dan ingkar kepada kerasulan Muhammad SAW.
4. Masyhud Bih (perkara yang disaksikan) yaitu ketuhanan dan ke-Esa-an Allah SWT serta kerasulan Nabi Muhammad SAW.
5. Shighat (perkataan) yaitu mengucapkan syahadat dengan lafadz "Asyhadu" atau artinya, dan tidak dapat digantikan dengan kata muradif-Nya.
[Tanqih Al-Qaul (Syeikh Nawawi Al-Bantani), Hal 13]

💎 WAG F : Kang Koko

Pertanyaan :
Dalam ikrar Syahadat , dalam meng-ISLAMKAN. , seseorang , semisal dari nasrani ingin masuk islam .
Nah , setelah syahadat ( bhs arab ) lalu di artikan dalam bahasa indonesia atau jawa.
Nah, kemarin Saya pernah dengar , abah nambahin :
AKU BERSAKSI BAHWA NABI ISA AS , ADALAH NABI ALLAH .
( dalam bahasa indonesia)
Bagaimana dengan hal tambahan itu ?.

Jawaban:
Tambahan itu sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW...
Silahkan cek hadits riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim sebagai berikut:

Dari Ubadah bin Shamit radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

(مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاء)
َ
(رواه البخاري، رقم 28 ومسلم، رقم 3252)

Barangsiapa yang mengucapkan : Saya bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah saja dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya. (Dan meyakini bahwa) Isa adalah hamba Allah anak dari hambanya serta kalimat-Nya yang dihembuskan ke Maryam dan ruh dari-Nya. (Dan meyakini bahwa) sesungguhnya surga itu nyata dan neraka itu nyata. Maka Allah akan masukkan ke dalam surga dari pintunya yang delapan yang dikehendaki.
(HR. Bukhari, no. 28, dan Muslim, no. 3252)

💎 WAG G : Kosong

💎 WAG H : Kosong

💎 WAG I : Kang Wahib

Pertanyaan :
Mau bertanya bagaimana cara untuk bisa selalu mengaplikasikan makna syahadat dalam kehidupan sehari"?. Sedangkan Manusia tidak pernah luput dari salah.
Terima kasih🙏

Jawaban :
- Istiqomah dengan lisan (lidah atau ucapan) ialah membiasakan/mendawamkan membaca kalimat Syahadat.
- Istiqomah dengan Hati yaitu membiasakan atas betulnya kemauan/selalu meluruskan (niat atau tujuan)
- Istiqomah dengan badan yaitu membiasakan beribadah dan Ta'at.
[Durrat An-Nasihin (Syeikh Ustman Al-Khaubawi), Hal 200]

💎 WAG J : Bu Tri

Pertanyaan :
Jika mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah, bagaimana  meminta tolong kepada kyai/habib/ustadz/dukun...?

Jawaban:
🔹Jika permintaan tolong itu hanya Allah saja yg bisa memenuhinya,   maka kita hanya boleh  meminta kepada Allah.
Contoh : menginginkan jodoh, panjang umur,  permohonan ampunan,  permintaan hidayah taufiq,  dll.
Hal-hal semacam ini hanya Allah saja yang bisa memenuhi. Meminta hal-hal semacam ini kepada selain Allah adalah kesyirikan.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepadaMu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan (Q.S al-Fatihah:5)

🔹Sedangkan meminta pertolongan untuk sesuatu yang bisa dipenuhi oleh makhluk, karena Allah taqdirkan mereka memiliki kemampuan itu, maka diperbolehkan.

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan saling tolong menolonglah dalam kebajikan dan taqwa, jangan saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan (Q.S al-Maaidah:2)

NB:
Hal ini diperbolehkan..namun kita harus tetap menjaga keyakinan bahwa Allah lah yg mampu mengabulkan. Jika Allah tidak mengabulkan, maka upaya makhluk apapun, sebesar apapun, tak akan bisa membantu kita mendapatkan yang kita harapkan.

❌ Adapun meminta tolong kepada dukun itu merupakan perbuatan yg dilarang:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Barangsiapa mendatangi ‘arraaf’ (tukang ramal/dukun) dan bertanya kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam.
(HR. Muslim 11/273, Ahmad 33/457, 47/199)

Jika minta tolong ke dukun lalu membenarkan perkataan si dukun maka dia telah jatuh kepada kekufuran :

مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فِيْمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
(HR. Hakim 1/18, Thobroni Al-Kabir 8/403, AlAusath 3/470).

💎 WAG Akhwat : Bu Titin

Pertanyaan :
Mohon maaf sebelumnya. Dizaman sekarang kan banyak orang mengaku islam, di atas ditulis fardhunya syahadat itu ada 3, tapi kebanyakan yang mengamalkan hanya nomor 1 & 2, bagaimana hukumnya ya? Apa dia sudah batal syahadatnya atau belum?
Apa maksud dengan nomor 3, diamalkan dengan anggota badan itu contohnya melanggar yg Allah SWT larang?

Jawaban:
Kalau 1 dan 2 sudah di jalankan, maka yg ketiga sudah otomatis diamalkan dengan modal keyakinan,. Tetapi jika 1 dan 2 ada yang ditinggal, maka belum bisa disebut islam, kecuali mempunyai kelainan jika tidak dapat bicara saat mengucapkan Syahadat dengan lisan, jika seperti itu maka tetap sah,.
Ketika kita melanggar larangan Allah itu bisa saja membatalkan Syahadat, dengan alasan meragukan Allah., oleh karena itu dawamkanlah membaca Syahadat karena Syahadat dapat memperbarui Iman seseorang yg telah rusak oleh Maksiat.[Irsyadul Ibad, Hal 3]

Contoh di amalkan dengan anggota badan ialah, mengerjakan perintah Allah, dan menjauhi larangan Allah (Taqwa).

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Demikian jawaban-jawaban yang bisa kami sajikan,  mohon maaf jika banyak kesalahan dan kekurangan atau rasa tidak puas atas jawaban kami....Jazakumullahu khoiron katsiro....
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

( WAG Santri Indonesia )

Jumat, 03 Februari 2017

Santri Joss Global Award Januari 2017

Daftar Pemenang SJGA pada bulan Januari 2017 WAG Santri Indonesia

Santri Youtube
- Kang Robet (WAG J)

Santri Instagram Terbaik
- Mbak Sofi (WAG I)

Pertanyaan terpopuler
- Kang Saif (WAG B)

Santri Gokil
- Kang Alis (WAG C)

Miss Santri Putri Award
- Mbak Ana Naila (WAG H)

Mr. Santri Putra Award
- Kang Zheo Saputra (WAG B)

Santri Sholawatan
- Mbak Akha (WAG A)

Santri Hero Januari 2017
- Mbak Tramiya (WAG I)

( WAG Santri Indonesia  )

SAFIINAH BAB RUKUN IMAN

Kajian Safinnah Bab Rukun Iman
Senin, 30 Januari 2017
_________________________________________

( فصل) أركان الإيمن ستة:أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَبالْيَوْمِ الْآخِرِ وَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ من اللّهِ تعالى

Baca'an Latin :
Arkaanul imaani Sittatun : An Tu'mina Billaahi , Wa Malaaikatihi , Wa Kutubihi, Wa Rusulihi , Wa bilyaumil Aakhiri , Wa bilqodari Khoyrihi Wasyarrihi Minalaahi Ta'aalaa.

Terjemah :
Rukun Iman ada 6 yaitu : Engkau beriman kepada Allah, para MalaikatNya , kitab-kitabnya , para RosulNya , hari akhir , serta taqdir baik dan taqdir buruk yang berasal dari Allah Ta'ala

Ringkasan :
Fasal Dua / Aqidah

Rukun iman ada enam, yaitu:
1. Beriman kepada Alloh Subhaanahu wa Ta'aalaa.
2. Beriman kepada para Malaikat
3. Beriman dengan segala kitab-kitab suci.
4. Beriman dengan para Rosul-rosul.
5. Beriman dengan hari kiamat.
6. Beriman dengan ketentuan baik dan buruknya dari Alloh Subhaanahu wa Ta'aala.

Penjelasan Rukun Iman
Aqidah Islamiah dibangun di atas rukun iman yang enam, yaitu : Iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasul-Nya, hari akhirat, dan iman kepada takdir yang baik dan yang buruk.
Keenam rukun ini telah disebutkan secara jelas dalam Al-Qur`an dan sunnah Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam. Allah Azza wa Jalla berfirman :

۞ لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِوَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi.” (QS. Al-Baqarah: 177)
Adapun, iman kepada takdir maka disebutkan dalam firman-Nya:

إنا كل شيء خلقناه بقدر

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan takdir.” (QS. Al-Qamar: 49)
Sementara dari As-Sunnah adalah hadits Umar bin Al-Khaththab yang masyhur tentang kisah datangnya Jibril alaihissalam untuk bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang iman. Maka beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda :

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.” (HR. Muslim no. 9)
Part 3

Berikut penjelasan ringkas mengenai keenam rukun iman ini:
1.    Iman kepada Allah.
Tidaklah seseorang dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 perkara:
a.    Mengimani adanya Allah Ta’ala.
b.    Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah.
c.    Mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala.
d.    Mengimani semua nama dan sifat Allah yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang Nabi-Nya shallallahu alaihi wasallam tetapkan untuk Allah, serta menjauhi ta’thil, tahrif, takyif, dan tamtsil.
Part 4

2.    Iman kepada para malaikat Allah.
Maksudnya kita wajib membenarkan bahwa para malaikat itu ada wujudnya dimana Allah Ta’ala menciptakan mereka dari cahaya. Mereka adalah makhluk dan hamba Allah yang selalu patuh dan beribadah kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

ومن عنده لا يستكبرون عن عبادته ولايستحسرون يسبحون الليل والنهار لايفترون

“Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al-Anbiya`: 19-20)
Kita wajib mengimani secara rinci setiap malaikat yang kita ketahui namanya seperti Jibril, Mikail, dan Israfil. Adapun yang kita tidak ketahui namanya maka kita mengimani mereka secara global. Di antara bentuk beriman kepada mereka adalah mengimani setiap tugas dan amalan mereka yang tersebut dalam Al-Qur`an dan hadits yang shahih, seperti mengantar wahyu, menurunkan hujan, mencabut nyawa, dan seterusnya.
Part 5

3.    Iman kepada kitab-kitab Allah.
Yaitu kita mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah kalam-Nya, dan kalamullah bukanlah makhluk karena kalam merupakan sifat Allah dan sifat Allah bukanlah makhluk.
Kita juga wajib mengimani secara terperinci semua kitab yang namanya disebutkan dalam Al-Qur`an seperti taurat, injil, zabur, suhuf Ibrahim, dan suhuf Musa. Sementara yang tidak kita ketahui namanya maka kita mengimani secara global bahwa Allah Ta’ala mempunyai kitab lain selain daripada yang diterangkan kepada kita. Secara khusus tentang Al-Qur`an, kita wajib mengimani bahwa dia merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya.
Part 6

4.    Iman kepada para nabi dan rasul Allah.
Yaitu mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, karenanya menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang nyata.
Wajib mengimani bahwa semua wahyu nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah Ta’ala. Karenanya siapa saja yang mendustakan kenabian salah seorang di antara mereka maka sama saja dia telah mendustakan seluruh nabi lainnya. Karenanya Allah Ta’ala mengkafirkan Yahudi dan Nashrani tatkala tidak beriman kepada Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan Allah mendustakan keimanan mereka kepada Musa dan Isa alaihimassalam, karena mereka tidak beriman kepada Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Juga wajib mengimani secara terperinci setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya. Sementara yang tidak kita ketahui namanya maka kita wajib mengimaninya secara global. Allah Ta’ala berfirman:

ولقد أرسلنا رسلاً من قبلك منهم من قصصنا عليك ومنهم من لم نقصص عليك

“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (QS. Ghafir: 78)
Part 7

5.    Iman kepada hari akhir.
Dikatakan hari akhir karena dia adalah hari terakhir bagi dunia ini, tidak ada lagi hari keesokan harinya. Hari akhir adalah hari dimana Allah Ta’ala mewafatkan seluruh makhluk yang masih hidup ketika itu -kecuali yang Allah perkecualikan-, lalu mereka semua dibangkitkan untuk mempertanggung jawabkan amalan mereka. Allah Ta’ala berfirman:

كما بدأنا أول خلق نعيده وعدا علينا إنا كنا فاعلين
“Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya, janji dari Kami, sesungguhnya Kami pasti akan melakukannya.” (QS. Al-Anbiya`: 104)
Ini makna hari akhir secara khusus, walaupun sebenarnya beriman kepada akhir itu mencakup 3 perkara, dimana siapa saja yang mengingkari salah satunya maka hakikatnya dia tidak beriman kepada hari akhir. Ketiga perkara itu adalah:
a.    Mengimani semua yang terjadi di alam barzakh -yaitu alam di antara dunia dan akhirat- berupa fitnah kubur oleh 2 malaikat, nikmat kubur bagi yang lulus dari fitnah, dan siksa kubur bagi yang tidak selamat darinya.
b.    Mengimani tanda-tanda hari kiamat, baik tanda-tanda kecil yang jumlahnya puluhan, maupun tanda-tanda besar yang para ulama sebutkan jumlahnya ada 10. Di antaranya: Munculnya Imam Mahdi, keluarnya Dajjal, turunnya Nabi Isa alaihissalam, keluarnya Ya`juj dan Ma`jun, dan seterusnya hingga terbitnya matahari dari sebelah barat.
c.    Mengimani semua yang terjadi setelah kebangkitan. Dan kejadian ini kalau mau diruntut sebagai berikut: Kebangkitan lalu berdiri di padang mahsyar, lalu telaga, lalu hisab (tanya jawab dan pembagian kitab), mizan (penimbangan amalan), sirath, neraka, qintharah (titian kedua setelah shirath), dan terakhir surga.
Part 8

6.    Beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.
Maksudnya kita wajib mengimani bahwa semua yang Allah takdirkan, apakah kejadian yang baik maupun yang buruk, semua itu berasal dari Allah Ta’ala. Beriman kepada takdir Allah tidak teranggap sempurna hingga mengimani 4 perkara:
a.    Mengimani bahwa Allah Ta’ala mengimani segala sesuatu kejadian, yang baik maupun yang buruk. Bahwa Allah mengetahui semua kejadian yang telah berlalu, yang sedang terjadi, yang belum terjadi, dan semua kejadian yang tidak jadi terjadi seandainya terjadi maka Allah tahu bagaimana terjadinya.
Allah Ta’ala berfirman:

لتعلموا أن الله على كل شيء قدير وأن الله قد أحاط بكل شيء علما

“Agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 12)
b.    Mengimani bahwa Allah Ta’ala telah menuliskan semua takdir makhluk di lauh al-mahfuzh, 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiallahu anhuma dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah menuliskan takdir bagi semua makhluk 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 4797)
c.    Mengimani bahwa tidak ada satupun gerakan dan diamnya makhluk di langit, di bumi, dan di seluruh alam semesta kecuali semua baru terjadi setelah Allah menghendaki. Tidaklah makhluk bergerak kecuali dengan kehendak dan izin-Nya, sebagaimana tidaklah mereka diam dan tidak bergerak kecuali setelah ada kehendak dan izin dari-Nya.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan kamu tidak dapat menghendaki (mengerjakan sesuatu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. At-Takwir: 29)
d.    Mengimani bahwa seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat mereka beserta seluruh sifat dan perbuatan mereka adalah makhluk ciptaan Allah.
Allah Azza wa Jalla berfirman:

الله خالق كل شيء

“Allah menciptakan segala sesuatu.” (QS. Az-Zumar: 62)

Kumpulan Pertanyaan Kajian Safinnah Bab Rukun Iman :
Senin, 30 Januari 2017

💎 WAG A : - ( Kosong )

💎 WAG B : Kang Mei
Pertanyaan
1. Ta'thil, tahrif, takyif, dan tamtsil.
Itu apa ???

Jawaban
📌. Tahrif (تخريف )
Tahrif secara bahasa ialah merubah
Adapun menurut istilah ialah merubah nash dari segi lafazh atau maknanya.
📌. Ta’thil (تعطيل )Ta’thil menurut arti bahasa ialah mengosongkan. Adapun menurut istilah ialah mengingkari apa yang wajib ditetapkan untuk Allah dari asma’ dan shifat-Nya atau mengingkari sebagiannya saja,
📌. Takyiif (تكيف )Takyiif adalah menjabarkan cara atau bentuk shifat Allah, seperti perkataaan seseorang; “Seperti apa bentuk tangan Allah?”, atau “Bagaimana cara Allah turun ke langit dunia?”, caranya adalah begini dan begitu.
📌. Tamtsil (تمثيل ) dan Tasybih (تشبيه)Tamtsiladalah menetapkan sesuatu serupa dengan sesuatu yang lainnya.Tasybihadalah menyamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain.

💎 WAB C : Kang Asro
Pertanyaan
1. Semua Sifat2 yg ada pada Asmaul Husna itu masuk ke Sifat Rububiyah Apa masuk Ke Sifat Uluhiyah ?

Jawaban
📕 Tauhid Asma' wa Shifat (Mengesakan Allah 'Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat Nya). Menetapkan nama dan sifat sesuai Al-Qur'an dan Sunnah, dan tidak boleh ta'thil, tahrif, tamtsil, takyif.)
Sebagian ulama membagi tauhid 👇

١. معرفة و الاثبات
2. توحيد في طلب و القصد

1. Pengenalan dan penetapan (Rububiyyah dan Asma' wa Shifat).

2. Tauhid dalam tujuan ibadah (Uluhiyah).

فتح المجيد ج ١٨

📚 Jadi dapat di simpulkan bahwa Asmaul Husna hanya masuk ke Sifat Rububiyah

💎 WAG D : - ( kosong )

💎 WAG E : Kang Aris
Pertanyaan
1. Afwan,  boleh bertanya ya... 🙏😊
Dalam Al Quran dan al Hadits sering disebutkan

يومن بالله واليوم الاخر (beriman kpd Allah dan hati akhir)

Apakah ini menunjukkan bahwa beriman kpd Allah dan Hari akhir itu merupakan rukun iman yg paling Agung..?

Atau semua rukun iman sama sama Agung..?

Jawaban
📗 Beriman kepada Allah SWT dan hari akhir merupakan pondasi diantara imam-imam yang lainnya, jika kedua iman ini kuat maka iman yang lain akan mengikuti dan tinggal menyempurnakannya, namun sebaliknya jika rapuh  iman tersebut maka keimanan yang lain pun musti dipertanyakan. Dalam perbuatan keseharian pun akan terkontrol dengan kedua keimana tersebut, seperti orang amalanya baik pasti ingat Allah dan akhirat, orang melakukan kejujuran pasti demikian, dsb. Maka kokohkanlah Iman kepada Allah dan Hari akhir dan sempurnakanlah dengan iman yang lainnya (Iman kepada Malaikat, Kitab suci, Rasul²Nya, serta iman kepada qadha dan qadar dari Allah 'Azza wa Jalla). Wallahu a'lam bishowab.

💎 WAG F : - ( Kosong )

💎 WAG G : - ( Kosong )

💎 WAG H : Kang Mashudi
Pertanyaan
1. Umur berapa seorang anak harus mengetahui rukun iman ? Misal umur 25 ia baru mengetahui, siapa yang berdosa? Bila anak yatim piatu? Maaf  dan matur suwun.

Jawaban
.
📗 (فصل)  يجب على ولي الصبي والصبية أن يأمرهما بالصلاة ويعلمهما احكامها بعد سبع سنين.

Fasal,.wajibnya orang tua terhadap anak laki"/perempuan untuk memerintah melakukan sholat,dan mngajarkan hukum" tentang sholat,setelah anak usia 7 tahun

📕 والمرادبالولي كل من ابويه وإن عليا ولو من قبل الام.  فيسقط الوجوب بفعل احدهما . وإنما خوطبت بالام وإن لم يكن لها ولاية،  لانه من الامر بالمعروف.  ولذلك وجب ذلك على الاجانب ايضا على ما ذكره الزركش.

,  intinya kewajiban mendidik anak bagi orang tua, dan keatas ( nenek, kakek dll) walau dari jihat ibu, kemudian gugur kewajiban jika sudah di laksanakan oleh salah seorang, kewajiban mendidik juga sama bagi orang lain,  seperti yg dijelaskan oleh imam zarkasyi.
Sulam taufiq.

📒 وقال السمعاني يجب على الاباء ثم على الوصي أو القيم تعليمه اي المميز..

Wajib bagi orang tua kemudian orang yg diwashiyatkan kemudian orang yg merawat untuk mendidik anak yg sudah tamyiz ( sekitar tujuh tahun)
nihayah Az zain

💎 WAG I : Kang Adi
Pertanyaan
1. Jibril itu penyampai wahyu​
Apa setelah sempurnanya wahyu yang diturunkan kpd Nabi terakhir.,  jibril itu pansiun jd penyampai wahyu?? Lalu kalau iya pansiun ia bertugas sebagai apa saat ini hingga hr kiamit kelak???

Jawaban
📙 Tugas malaikat jibril, selain menyampaikan wahyu kepada nabi Muhammad SAW.

1. Memberi kekuatan kepada orang beriman yang memiliki sifat wala' dan bara'
yakni orang orang yang mencintai orang beriman dan berlepas diri dari orang kafir, dan senantiasa membela Allah subhanahu wata'ala dan agamanya demikian pula Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam dan sunnahnya. Allah subhanahu wata'ala berfirman:

لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الإيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau Saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah orang-orang yang Telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya." [Al-Mujadilah:22]

Ada beberapa versi penafsiran ulama tentang maksud dari firman Allah {وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ} :
1. Menguatkan mereka dengan Al-Qur'an dalam berhujjah.
2. Menguatkan mereka dengan cahaya keimanan, hidayah dan tanda-tanda kebesaran Allah.
3. Menguatkan mereka dengan bantuan Jibril.

Dalam sahih Bukhari dan Muslim, Hassan bin Tsabir Al-Anshary meminta persaksian dari Abu Hurairah dan berkata: Aku memintamu demi Allah, apakah kamu pernah mendengan Rasulullah mengatakan:

" يا حسان ، أجب عن رسول الله ، اللهم أيده بروح القدس ! "

"Ya Hassan .. belalah Rasul Allah, Ya Allah kuatkanlah ia dengan ruh al-quds (Jibril)?"
Abu Hurairah menjawab: Iya.

Dan dalam sahih Muslim, dari Aisyah; Rasulullah berkata kepada Hassan bin Tsabit:

" إن روح القدس لا يزال يؤيدك ما نافحت عن الله ورسوله "

"Sesungguhnya Ruh Qudus (Jibril) senantiasa menguatkanmu selama engkau membela Allah dan Rasul-Nya".

2. Menyampaikan kepada penduduk langit bahwa Allah mencintai atau membenci seorang hamba

Dalam sahih Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah; Rasulullah bersabda:

" إن الله إذا أحب عبدا دعا جبريل فقال إنى أحب فلانا فأحبه - قال - فيحبه جبريل ثم ينادى فى السماء فيقول إن الله يحب فلانا فأحبوه. فيحبه أهل السماء - قال - ثم يوضع له القبول فى الأرض. وإذا أبغض عبدا دعا جبريل فيقول إنى أبغض فلانا فأبغضه - قال - فيبغضه جبريل ثم ينادى فى أهل السماء إن الله يبغض فلانا فأبغضوه - قال - فيبغضونه 

ثم توضع له البغضاء فى الأرض " .

"Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril dan berkata kepadanya: Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan maka cintailah ia. Lalu Jibril ikut mencintainya, kemudian berseru di langit:

Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan maka cintailah ia. Lalu penduduk langit turut mencintainya, kemudian diturunkan rasa cinta kepadanya di bumi. Dan jika Allah membenci seorang hamba, Ia memanggil Jibril dan berkata kepadanya:

Sesungguhnya Aku membenci si Fulan maka bencilah ia. Lalu Jibril ikut membencinya, kemudian berseru di langit: Sesungguhnya Allah membenci si Fulan maka bencilah ia. Lalu penduduk langit turut membencinya, kemudian diturunkan rasa benci kepadanya di bumi."

3. Malaikat jibril turun ke bumi untuk menghadiri setiap orang mukmin yang meninggal dalam keadaan suci dari hadats

Diriwayatkan oleh al-Thabrani dalam al-Kabir dari Maimunah binti sa'ad:

"Wahai Rasulullah, bolehkah seseorang tidur dalam keadaan junub? Nabi menjawab "Aku tidak suka jika ia (orang yang junub) tidur sebelum berwudlu', aku khawatir ia lantas mati (dalam keadaan berhadats), sehingga tidak dihadiri oleh Malaikat Jibril.”

Sebagian ada yang mendoifkan hadis ini dikarenakan pada sanadnya terdapat usman bin abdirrahman ath thoroify yang biasa meriwayatkan dari orang orang yang dhoif (lemah periwayatannya) dan majhul (tidak dikenal para ulama)  

4. Menjaga kota Madinah ketika peristiwa munculnya Dajjal

Diriwayatkan oleh Nu'aim bin Hammad dalam al-Fitan, dan al-Thabrani dari Ibnu Mas'ud, bahwa ketika Nabi saw. menyebutkan ciri-ciri Dajjal, beliau bersabda:

"Lalu Dajjal melewati Mekkah, ternyata di sana dia bertemu dengan makhluq yang sangat besar, maka dia bertanya: siapa kamu? makhluq tersebut menjawab 'aku adalah Mika'il, Allah mengutusku untuk menjaga tanah haram ini'. Kemudian Dajjal meneruskan perjalanannya ke Madinah, disana dia juga bertemu dengan Makhluq yang besar dan dia bertanya: siapa kamu? makhluq itu menjawab: 'aku adalah Jibril, aku diutus Allah untuk menjaga tanah haram ini'."

5. Turun pada malam lailatul qodar (setiap tahun) dan memberikan salam kepada kaum muslimin

Al Imam Ibnu Katsir menyebutkan dua pendapat makna Ar Ruh ketika menafsirkan ayat ke 4 surat Al Qodr

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ar Ruh dengan izin Rabbnya untuk mengatur urusan"

1. Ar Ruh adalah malaikat jibril sehingga ini termasuk bab mengathofkan khos (jibril) dengan 'am (malaikat-malaikat)

2. Ar Ruh adalah sejumlah malaikat sebagaimana pada surat An Naba'

Ayat ini semakna dengan ayat ke 4 dalam surat Al Ma'arij

[ تَعْرُجُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ [المعارج:4]

"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun" (QS Al Ma'arij:4)

Dan pendapat pertama ini dikuatkan dengan ayat

[ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ [الشعراء:193]

"dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril)" (QS Asy Syu'ara:193)

📚 Jadi dapat disimpulkan bahwa gak ada kata pensiun untuk malaikat sampai hari kiamat

💎 WAG J : Kang Nordiansyah
Pertanyaan
1. Apa hukumnya bg org muslim yg menolak hukum Allah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat maupun bernegara.? Apakah hanya merusak keimanannya atau sampai menggugurkan keimanannya?

Jawaban

📓 Allah Subhanahu Wa Taala telah berfirman:

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Maksudnya : "Dan barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. " (Surah al-Maidah (5) ayat 44)

Firman Allah Subhanahu Wa Taala :

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Maksudnya : "Dan barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim."(Surah al-Maidah (5) ayat 45)

Firman-Nya lagi :

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Maksudnya : "Dan barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan oleh Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik." (Surah al-Maidah (5) ayat 47)

📖 Ayat-ayat tersebut, meskipun diturunkan berkenaan kaum Yahudi dan Nasrani, namun tidak terhad ke atas mereka semata-mata kerana ungkapan ayat tersebut bersifat umum.

💎 WAG Akhwat : Mbak Maisaroh
Pertanyaan
1. ana mw tny part8 point b. tlong jelaskan lebih jelas lagi ttg takdir. ada yg bilang kalo takdir bisa dirubah dengan do'a. lalu bagaimana dengan takdir yg sudah tertulis sblm kita lahir ?

Jawaban
📘 Takdir d bagi menjadi 2 takdir mubram dan takdir muallaq,, nah dr pertanyaan di atas termasuk takdir muallaq yg artinya ketentuan Allah yg mungkin dpt diubah oleh manusia melalui usaha/ikhtiar (Jika Allah mengizinkannya sperti: kepandaian, kekayaan, kesehatan dll. Bukankah Allah swt telah berfirman dlm Qur'an Surah Ar-Ra'du ayat 11
Allah telah mengatakan bahwa Allah tdk akan mengubah suatu kaum sebelum mereka mengubah diri mreka sendiri.

📝 Ana punya 1 prinsip dengan singkatan "DUIT"
D: doa
U:usaha
I:ikhtiar
T:tawakkal
Kalau kita hanya berdoa,berikhtiar, bertawakkal saja tanpa ada usaha,, itu akan sia2,,
Begtu juga sbaliknya kalau kita berusaha tanpa berdoa dll,, maka usaha kita itu tdk akan memuaskan,,

MUHIMMAT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Kesimpulan ini kami buat berdasarkan hasil diskusi dari semua anggota WAG SANTRI INDONESIA
Dan tidak semuanya bisa di jadikan rujukan hukum

💎 Kekurangan hanya milik kami,dan kesempurna'an hanyalah milik Alloh SWT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

( WAG Santri Indonesia )

Rabu, 01 Februari 2017

Antara Takdir dan Jodoh

Kesimpulan Diskusi
Selasa, 1 Februari 2017
20.00-22.00 WIB
120 menit
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Sail : Kang Muhti

Deskripsi Masalah

umur, jodoh, kematian seseorang sudah di tentukan sejak zaman azali
🔜 bagaimana dengan do'a panjang umur & meminta jodoh ??
katanya umur, jodoh, kematian, rejeki itu sudah ditetapkan?

Pertanyaan ???
1. Apakah dengan do'a seperti itu termasuk ingkar dengan taqdir Allah?

2. Bolehkah kita mengkhususkan  terhadap seseorang, agar menjadi jodoh kita?
_________________________________________

Jawaban
1. Apakah berdo'a termasuk ingkar dengan taqdir Allah ?

Tidak.

Taqdir dibedakan menjadi 2 :
1. Taqdir Muallaq adalah ketentuan atau hak progratif Allah yang masih bisa berubah.
2. Taqdir Mubram adalah ketentuan atau hak progratif Allah yang sudah tidak mungkin di otak atik oleh manusia.
Namun di dalam permasalahan takdir diatas, manusia mempunyai keterbatasan untuk menyingkap rahasia takdirnya, sehingga ada ruang untuk berharap dan berusaha.

📖  كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ
سَنَةٍ ، قَالَ : وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاء

🔎 ِArtinya:
“Sesungguhnya Allah telah menulis taqdir semua makhluk 50 ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan, dan Arsy-Nya berada di atas air.” (HR. Muslim)

📖 (لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ)

🔎Artinya:
“Tidak menolak takdir kecuali doa.”(HR. Ahmad)

🔎 “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a.
Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.”(HR Tirmidzi 2065)

      doa tidak akan menjadikan ingkar pada taqdir Allah.. bahkan doa sangat berpengaruh dengan takdir.
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 186 disebutkan,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖفَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُون

Intinya 🔍
Jika kita berdoa dan memohon pada Allah pasti terkabul dengan syarat kita menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya.
Jadi doa sperti minta umur pnjang dan lain lain, bukanlah merupakan bagian dari ingkar pada taqdir Yang Kuasa. doa sperti itu jg merupakan ikhtiar kita dlam mencapai kebaikan.

فتاوي كبرى ج٤ ص ٢٨
(‍ﺗ‍‍ﺘ‍‍ﻤ‍‍ﺎ‍ﺕ‍) ‍ﻳ‍‍ﺠ‍‍ﻮ‍ﺯ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺪ‍ﻋ‍‍ﺎﺀ ‍ﺏ‍‍ﻃ‍‍ﻮ‍ﻝ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻌ‍‍ﻤ‍‍ﺮ ‍ﻛ‍‍ﻤ‍‍ﺎ ‍ﺩ‍ﻋ‍‍ﺎ ‍ﺑ‍‍ﻪ‍ - ‍ﺻ‍‍ﻠ‍‍ﻰ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻠ‍‍ﻪ‍ ‍ﻋ‍‍ﻠ‍‍ﻴ‍‍ﻪ‍ ‍ﻭ‍ﺳ‍‍ﻠ‍‍ﻢ‍ - ‍ﻟ‍‍ﺄ‍ﻧ‍‍ﺲ‍ ‍ﻭ‍ﻗ‍‍ﻴ‍‍ﺪ‍ﻩ‍ ‍ﺑ‍‍ﻌ‍‍ﺾ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻤ‍‍ﺤ‍‍ﻘ‍‍ﻘ‍‍ﻴ‍‍ﻦ‍ ‍ﺑ‍‍ﻤ‍‍ﻦ‍ ‍ﻓ‍‍ﻲ‍ ‍ﺑ‍‍ﻘ‍‍ﺎ‍ﺋ‍‍ﻪ‍ ‍ﻧ‍‍ﻔ‍‍ﻊ‍ ‍ﻟ‍‍ﻠ‍‍ﻤ‍‍ﺴ‍‍ﻠ‍‍ﻤ‍‍ﻴ‍‍ﻦ‍ ‍ﻓ‍‍ﻴ‍‍ﻨ‍‍ﺪ‍ﺏ‍ ‍ﻟ‍‍ﻪ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺪ‍ﻋ‍‍ﺎﺀ ‍ﺣ‍‍ﻴ‍‍ﻨ‍‍ﺌ‍‍ﺬ ‍ﻓ‍‍ﺈ‍ﻥ‍ ‍ﻛ‍‍ﺎ‍ﻥ‍ ‍ﻧ‍‍ﻔ‍‍ﻌ‍‍ﻪ‍ ‍ﻗ‍‍ﺎ‍ﺻ‍‍ﺮ‍ﺍ ‍ﻓ‍‍ﻬ‍‍ﻮ ‍ﺩ‍ﻭ‍ﻥ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺄ‍ﻭ‍ﻝ‍ ‍ﻗ‍‍ﺎ‍ﻝ‍: ‍ﻭ‍ﻣ‍‍ﻦ‍ ‍ﻋ‍‍ﺪ‍ﺍ‍ﻫ‍‍ﻤ‍‍ﺎ ‍ﻗ‍‍ﺪ ‍ﻳ‍‍ﺼ‍‍ﻞ‍ ‍ﻟ‍‍ﻠ‍‍ﻜ‍‍ﺮ‍ﺍ‍ﻫ‍‍ﺔ, ‍ﻭ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺘ‍‍ﺤ‍‍ﺮ‍ﻳ‍‍ﻢ‍ ‍ﺇ‍ﻥ‍ ‍ﺍ‍ﺗ‍‍ﺼ‍‍ﻒ‍ ‍ﺑ‍‍ﻀ‍‍ﺪ‍ﻫ‍‍ﻤ‍‍ﺎ, ‍ﻭ‍ﺇ‍ﻥ‍ ‍ﻟ‍‍ﻢ‍ ‍ﻳ‍‍ﺘ‍‍ﺼ‍‍ﻒ*‍ ‍
ﻓ‍‍ﻘ‍‍ﺪ ‍ﻗ‍‍ﺎ‍ﻝ‍: ‍ﺑ‍‍ﻌ‍‍ﻀ‍‍ﻬ‍‍ﻢ‍ ‍ﻟ‍‍ﺎ ‍ﻳ‍‍ﻨ‍‍ﺒ‍‍ﻐ‍‍ﻲ‍ ‍ﻟ‍‍ﺄ‍ﺣ‍‍ﺪ ‍ﺃ‍ﻥ‍ ‍ﻳ‍‍ﺤ‍‍ﺐ‍ ‍ﻣ‍‍ﺎ ‍ﻳ‍‍ﺤ‍‍ﺒ‍‍ﻪ‍ ‍ﺇ‍ﺑ‍‍ﻠ‍‍ﻴ‍‍ﺲ‍ ‍ﻓ‍‍ﺈ‍ﻧ‍‍ﻪ‍ ‍ﻳ‍‍ﺤ‍‍ﺐ‍ ‍ﻃ‍‍ﻮ‍ﻝ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺒ‍‍ﻘ‍‍ﺎﺀ, ‍ﻭ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺤ‍‍ﻖ‍ ‍ﺃ‍ﻥ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻀ‍‍ﺎ‍ﺑ‍‍ﻂ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺮ‍ﺟ‍‍ﻮ‍ﻉ‍ ‍ﺇ‍ﻟ‍‍ﻰ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻤ‍‍ﺘ‍‍ﻌ‍‍ﻠ‍‍ﻖ‍ ‍ﻗ‍‍ﺎ‍ﻝ‍ ‍ﺑ‍‍ﻌ‍‍ﺾ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻌ‍‍ﻠ‍‍ﻤ‍‍ﺎﺀ: ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺄ‍ﺟ‍‍ﻞ‍ ‍ﻟ‍‍ﺎ ‍ﻳ‍‍ﺰ‍ﻳ‍‍ﺪ ‍ﻭ‍ﻟ‍‍ﺎ ‍ﻳ‍‍ﻨ‍‍ﻘ‍‍ﺺ‍,
ﻭ‍ﻓ‍‍ﺎ‍ﺋ‍‍ﺪ‍ﺓ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺪ‍ﻋ‍‍ﺎﺀ ‍ﺗ‍‍ﻈ‍‍ﻬ‍‍ﺮ ‍ﻓ‍‍ﻲ‍ ‍ﺃ‍ﻧ‍‍ﻪ‍ ‍ﻳ‍‍ﺠ‍‍ﻮ‍ﺯ ‍ﺃ‍ﻥ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻠ‍‍ﻪ‍ ‍ﺗ‍‍ﻌ‍‍ﺎ‍ﻟ‍‍ﻰ ‍ﻗ‍‍ﺪ‍ﺭ ‍ﺃ‍ﻥ‍ ‍ﺯ‍ﻳ‍‍ﺪ‍ﺍ ‍ﻋ‍‍ﻤ‍‍ﺮ‍ﻩ‍ ‍ﺛ‍‍ﻠ‍‍ﺎ‍ﺛ‍‍ﻮ‍ﻥ‍ ‍ﻓ‍‍ﺈ‍ﻥ‍ ‍ﺩ‍ﻋ‍‍ﺎ ‍ﻓ‍‍ﺄ‍ﺭ‍ﺑ‍‍ﻌ‍‍ﻮ‍ﻥ‍,  ‍ﻭ‍ﻋ‍‍ﻠ‍‍ﻰ ‍ﻫ‍‍ﺬ‍ﺍ ‍ﻳ‍‍ﻨ‍‍ﺰ‍ﻝ‍ ‍ﺟ‍‍ﻤ‍‍ﻴ‍‍ﻊ‍ ‍ﺃ‍ﻧ‍‍ﻮ‍ﺍ‍ﻉ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺪ‍ﻋ‍‍ﺎﺀ ‍ﺍ‍ﻩ‍. ‍ﻭ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻄ‍‍ﺎ‍ﻋ‍‍ﻮ‍ﻥ‍ ‍ﻣ‍‍ﻦ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺄ‍ﻣ‍‍ﺮ‍ﺍ‍ﺽ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻤ‍‍ﺨ‍‍ﻮ‍ﻓ‍‍ﺔ ‍ﻋ‍‍ﻨ‍‍ﺪ‍ﻧ‍‍ﺎ ‍ﺑ‍‍ﻞ‍ ‍ﺃ‍ﻫ‍‍ﻞ‍ ‍ﻣ‍‍ﺤ‍‍ﻠ‍‍ﺘ‍‍ﻪ‍ ‍ﻛ‍‍ﻠ‍‍ﻬ‍‍ﻢ‍ ‍ﻓ‍‍ﻲ‍ ‍ﺣ‍‍ﻜ‍‍ﻢ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻤ‍‍ﺮ‍ﻳ‍‍ﺾ‍ ‍ﻣ‍‍ﺮ‍ﺿ‍‍ﺎ ‍ﻣ‍‍ﺨ‍‍ﻮ‍ﻓ‍‍ﺎ ‍ﻓ‍‍ﻠ‍‍ﺎ ‍ﻳ‍‍ﻨ‍‍ﻔ‍‍ﺬ ‍ﺗ‍‍ﺒ‍‍ﺮ‍ﻋ‍‍ﻬ‍‍ﻢ‍ ‍ﻓ‍‍ﻲ‍ ‍ﺯ‍ﻣ‍‍ﻨ‍‍ﻪ‍ ‍ﺇ‍ﻟ‍‍ﺎ ‍ﻣ‍‍ﻦ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺜ‍‍ﻠ‍‍ﺚ‍, ‍ﻭ‍ﻟ‍‍ﻮ ‍ﻣ‍‍ﻤ‍‍ﻦ‍ ‍ﻟ‍‍ﻢ‍ ‍ﻳ‍‍ﺼ‍‍ﺒ‍‍ﻪ‍

Boleh berdo'a agar panjang umur.
Ketika itu untuk kemanfaatan kaum muslimin. Bahkan malah sunnah hukumnya berdo'a seperti itu.
Dan bisa menjadi makruh jika berkebalikan dengan itu.
Jika orang tersebut memberi efek buruk bagi masyarakat maka haram baginya berdo'a.
Karena setan senang jika dia hidup lama di dunia dengan menebar kemafsadatan.
Karena itu adalah kesukaan setan dia juga bisa tergolong sahabat setan .
Maka faidahnya doa itu akan nampak jelas jika di kaitkan dengan takdir muallaq.
Jika tidak berdoa umurnya 30 jika mau berdoa umurnya 40.
Karena boleh saja bagi Allah menambahi umur hambanya yang beliau kehendaki

2. Bolehkah kita mengkhususkan terhadap seseorang agar menjadi jodoh kita?

Seseorang berdoa (meminta) kepada Allah pasti untuk yg terbaik buat dirinya. Namun lagi2 doa disini hanya berharap dan meminta. Jika pengharapan itu tidak terkabul manusia tidak ada hak untuk memaksa bahwa itu harus dimilikinya.
Karena Allah itu Sutradara terbaik dan yang paling terbaik dalam memilihkan jalan untuk setiap hambaNya...
Berdoa untuk dinikahkan dengan si A atau B dengan menyebut namanya, dengan syarat si A atau si B tersebut memang laki-laki Sholeh atau wanita shalihah, dan berakhlak baik. Namun lebih utama bagi anda adalah berdoa dengan doa ; “Ya Allah bila fulaanah baik untukku, maka nikahkanlah aku dengannya”. Sebab anda tidak tahu keberkahan dan kebaikan mana yang diinginkan oleh Allah bagi anda. Sebagaimana dalam firman-Nya:

📖 وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ [البقرة: 216]

🔎 Artinya:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216.)
Semoga Allah menganugrahkan anda dan seluruh pemuda umat islam dengan istri yang shalihah dan keturunan yang shalih. Aamiin.

Referensi
[1] QS. Al Baqoroh Ayat 189 & 216
[2] HR. Muslim
[3] HR. Tirmidzi 2056
[4] HR. Ahmad
[5] Fatawi Kubro Juz 4 Hal. 28

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

( WAG Santri Indonesia )

Selasa, 31 Januari 2017

Tramiya Ningsih Santri Hero

SANTRI HERO of THE MONTH
- Januari 2017 -

Reward dari WAG Santri Indonesia untuk member yg aktif, bersedia jungkir balik, menjaga keseimbangan kapal agar tetap laju selama bulan Januari 2017...

Penghargaan diberikan kepada Member WAG Santri Indonesia yg dipilih oleh voting para pengurus inti WAG Santri Indonesia atas jasanya membantu keseimbangan kapal agar tetap laju membelah topan, ombak, badai dan batu karang.,. menuju pulau impian.., Untuk kali ini SANTRI HERO diberikan kepada Adinda :

🏆 🏅 🎗 Tramiya Ningsih ( Riau ) WAG I

Mbak Miya telah memberikan dedikasinya kepada WAG Santri Indonesia dalam kegiatan - kegiatan yg di laksanakan pada bulan Januari 2017..

Tidak menutup kemungkinan pula para member WAG Santri Indonesia lainnya yg juga ikut berpartisipasi dan ikut serta menyumbangkan dedikasi nya kepada WAG Santri Indonesia bisa mendapatkan sebuah penghargaan SANTRI HERO of THE MONTH.,

SANTRI THE HERO of THE MONTH memang menjadikan suatu kebanggaan bagi para member WAG Santri Indonesia .,. Namun penghargaan ini bisa didapatkan oleh semua member yg memang mempunyai totalitas serta loyalitas kepada Korps.., Yg mau dan yg bisa berusaha dalam totalitas dan loyalitas nya kepada WAG Santri Indonesia., Untuk penghargaan ini janganlah menjadikan kecemburuan bagi yg belum mendapatkan nya .. Mari semua terus berkarya dan berjuang bersama - sama untuk membuat Kapal yg kita tumpangi ini agar tetap berjalan dengan seimbang.., Jaga selalu kekompakan dan kesolidan Group...

Satukan Visi dan Misi agar WAG Santri Indonesia bisa berjalan dan maju.., Amin
WAG Santri Indonesia bukanlah wadah untuk saling mencela , atau saling bertikai dan juga bersaing.,. WAG Santri Indonesia adalah wadah untuk kita bersatu walaupun banyak sekali perbedaan., serta yg terpenting adalah menjalin tali persaudaraan kita semua..,

Dan Ingatlah selalu WAG Santri Indonesia adalah sebuah Group yg harus terus di kayuh dan selalu dijaga agar tetap seimbang .. Semangat ya semua .. Saat nya untuk WAG Santri Indonesia "Be Smart & Wise"

Silahkan ucapkan selamat dan terimakasih kepada Mbak Miya dengan berkomentar di bawah ini
terimakasih

( WAG Santri Indonesia )