Minggu, 01 Januari 2017

Santri Hero 2016

Daftar Pemegang Tropi Santri Hero 2016 :

Juli : Mauidhotul Chasanah ( Kediri )
Agustus : Syaifudin S.Pd ( Bondowoso )
September : Suwarno ( Boyolali )
Oktober :  Mustaqim ( Pekalongan )
November : Zakariya ( Mekkah )
Desember : Eka Ramayanti ( Lampung )

( WAG Santri Indonesia )

Kamis, 29 Desember 2016

Eka Ramayanti Santri Hero

SANTRI HERO of THE MONTH
- Desember 2016 -

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Reward dari WAG Santri Indonesia untuk member yg aktif, bersedia jungkir balik, menjaga keseimbangan kapal agar tetap laju selama bulan Desember 2016...

Penghargaan diberikan kepada Member WAG Santri Indonesia yg dipilih oleh voting para pengurus inti Santri atas jasanya membantu keseimbangan kapal agar tetap laju membelah topan, ombak, badai dan batu karang.,. menuju pulau impian.., Untuk kali ini SANTRI HERO diberikan kepada Adinda :

🏆 🏅 🎗 Eka Ramayanti  ( Lampung )

Mbak Eka telah memberikan dedikasinya kepada WAG Santri Indonesia dalam kegiatan - kegiatan yg di laksanakan pada bulan Desember 2016..

Tidak menutup kemungkinan pula para member WAG Santri Indonesia lainnya yg juga ikut berpartisipasi dan ikut serta menyumbangkan dedikasi nya kepada WAG Santri Indonesia bisa mendapatkan sebuah penghargaan SANTRI HERO of THE MONTH.,

SANTRI THE HERO of THE MONTH memang menjadikan suatu kebanggaan bagi para member WAG Santri Indonesia .,. Namun penghargaan ini bisa didapatkan oleh semua member yg memang mempunyai totalitas serta loyalitas kepada Korps.., Yg mau dan yg bisa berusaha dalam totalitas dan loyalitas nya kepada WAG Santri Indonesia., Untuk penghargaan ini janganlah menjadikan kecemburuan bagi yg belum mendapatkan nya .. Mari semua terus berkarya dan berjuang bersama - sama untuk membuat Kapal yg kita tumpangi ini agar tetap berjalan dengan seimbang.., Jaga selalu kekompakan dan kesolidan Group...

Satukan Visi dan Misi agar WAG Santri Indonesia bisa berjalan dan maju.., Amin
WAG Santri Indonesia bukanlah wadah untuk saling mencela , atau saling bertikai dan juga bersaing.,. WAG Santri Indonesia adalah wadah untuk kita bersatu walaupun banyak sekali perbedaan., serta yg terpenting adalah menjalin tali persaudaraan kita semua..,

Dan Ingatlah selalu WAG Santri Indonesia adalah sebuah Group yg harus terus di kayuh dan selalu dijaga agar tetap seimbang .. Semangat ya semua .. Saat nya untuk WAG Santri Indonesia "Be Smart & Wise"

Silahkan ucapkan selamat dan terimakasih kepada Mbak Eka dengan berkomentar menggunakan simbol di bawah ini :

😊👏🏻👍🏻

terimakasih🙏🏻
Wassalamu'alaikum Wr.Wb...

( WAG Santri Indonesia )

Jumat, 23 Desember 2016

Kopdar ke 3 WAG Santri Indonesia

WAG SANTRI INDONESIA
Silaturahim ke Seluruh Indonesia
23 Desember 2016
Nomor        : 03/SANINDO/XII/2016
Perihal       : Undangan Kopdar WAG Santri Indonesia
Lampiran   : -
Kepada
Yth. Sahabat/i WAG Santri Indonesia
Di tempat
Assalamu'alaikum wr,wb
Dengan hormat,
Sehubungan akan diadakannya kegiatan KOPDAR WAG SANTRI INDONESIA , melalui surat ini kami bermaksud mengundang Sahabat/i, untuk dapat berpartisipasi mengikuti kegiatan tersebut, yang akan di selenggarakan pada,
hari, tanggal      : Rabu, 28 Desember 2016
waktu                 : 16.00 (Ba'da Ashar)
tempat               : Keraton Solo (Jawa Tengah)
acara                 : Kopdar (membahas da'wah nyata SANINDO)
Bagi yang berkenan mengikuti kopdar bisa menghubungi koordinator terlebih dahulu agar mudah rekap anggota yang hadir.
Atau bisa menghubungi (085659709979) untuk bisa tanya yg kurang jelas.
Besar harapan kami agar Sahabat/Sahabati berkenan mengikuti dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut agar da'wah kita dalam sosial media bisa berubah menjadi nyata.
Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian Sahabat/i kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb
( WAG Santri Indonesia ) 

Kamis, 22 Desember 2016

Makan Makanan yang mengkonsumi Kotoran

📜 Kesimpulan Diskusi
📆 Selasa,20 Desember 2016
🕰(20:00-22:00)
⏱120 Menit
👤 Sa'il : Hamba Alloh
  ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📑 Diskripsi Masalah
Sebut saja husain,dia memelihara lele yg mana mkanan lele tersebut di ambil dri perkara najis,seperti kotoran manusia DLL,,
📃 pertanya'an :
bagaimana hukum lele tersebut ketika di makan & di perjualbelikan ??

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📖 Jawaban :

✒ Imam al-syairazy dalam al-muhazzab kitab al-ath'imah berkata: makruh hukumnya makan daging jullalah, yaitu binatang yang makanan utamanya kotoran, seperti unta sapi, kambing, atau ayam, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas (bahwasanya Rasul melarang menkonsumsi susu binatang jullalah) dan hukumnya tidak haram memakannya karena tidak ada perubahan daging yang mencolok, hal ini tidak mewajibkan pengharaman, jika binatang jullalah memakan makanan yang bersih dan dagingnya menjadi baik, maka hukumnya tidak makruh.

ويكره أكل الجلالة ، وهي التي أكثر أكلها العذرة من ناقة أو بقرة أو شاة أو ديك أو دجاجة ، لما روى ابن عباس رضي الله عنهما { أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن ألبان الجلالة } ولا يحرم أكلها لأنه ليس فيه أكثر من تغير لحمها وهذا لا يوجب التحريم ، فإن أطعم الجلالة طعاما طاهرا وطاب لحمها لم يكره

Imam Al-nawawi dalam al-majmu' syarah al-muhazzab kitab al-ath'imah bab al-jullalah menjelaskan sebagai berikut: (Penjelasan) hadits ibnu abbas itu shahih diriwayatkan oleh abu dawud, tirmidzi, nasa'i, dengan isnad yang shahih. Al-tirmidzi berkata : itu hadits hasan shahih. sahabat-sahabat kami berpendapat: al-jullalah adalah hewan yang memakan sampah dan benda najis, bisa jadi itu unta , sapi, kambing, ayam. Dikatakan, jika sebagian besar makanannya adalah benda najis, maka itulah jullalah, jika makanannya sebagian besar benda suci, maka bukan disebut jullalah. Qaul shahih menurut jumhur itu tidak ada ukuran banyak sedikit. Ukurannya adalah bau. Jika menurut urf (kebiasaan) didapati bau benda najis (dalam tubuh binatang) maka itulah jullalah, jika sebaliknya, maka tidak. Jika daging binatang jullalah itu berubah, maka hukumnya itu makruh tanpa ada perselisihan.

( الشرح ) حديث ابن عباس صحيح رواه أبو داود والترمذي والنسائي بأسانيد صحيحة ، قال الترمذي : هو حديث حسن صحيح ، قال أصحابنا : الجلالة هي التي تأكل العذرة والنجاسات ، وتكون من الإبل والبقر والغنم والدجاج ، وقيل : إن كان أكثر أكلها النجاسة فهي جلالة ، وإن كان الطاهر أكثر فلا ، والصحيح الذي عليه الجمهور أنه لا اعتبار بالكثرة ، وإنما الاعتبار بالرائحة والنتن فإن وجد في عرفها وغيره ريح النجاسة فجلالة ، وإلا فلا ، وإذا تغير لحم الجلالة فهو مكروه بلا خلاف

Jadi, hukum makan daging binatang jullalah, seperti ikan lele yang diberi makan dari kotoran dan benda najis itu hukumnya makruh, jika bau kotoran atau benda najis itu dominan terdapat di dalam daging binatang jullalah itu.

Bila terjadi perubahan pada bau, rasa atau warna pada daging lele yang diberi makan kotoran manusia tersebut maka mengkonsumsi daging lele tersebut hukumnya MAKRUH, bila tidak terjadi perubahan pada dagingnya meskipun ia hanya diberikan makanan kotoran manusia maka tidak makruh.

ويكره جلالة ولو من غير نعم كدجاج إن وجد فيها ريح النجاسة( قوله ويكره جلالة ) أي ويكره أكل لحم الجلالة وبيضها وكذا شرب لبنها لخبر أنه صلى الله عليه وسلم نهى عن أكل الجلالة وشرب لبنها حتى تعلف أربعين ليلة رواه الترمذي وزاد أبو داود وركوبها والجلالة هي التي تأكل الجلة وهي بفتح الجيم وكسرها وضمها البعرة كذا في القاموس لكن المراد بها هنا النجاسة مطلقا ..وقوله إن وجد فيها ريح النجاسة تقييد للكراهة أي محل الكراهة إن ظهر في لحمها ريح النجاسة ومثله ما إذا تغير طعمه أو لونه وعبارة التحفة مع الأصل وإذا ظهر تغير لحم جلالة أي طعمه أو لونه أو ريحه كما ذكره الجويني واعتمده جمع متأخرون ومن اقتصر على الأخير أراد الغالب اه فإن لم يظهر ما ذكر فلا كراهة وإن كانت لا تأكل إلا النجاسة

Dan makruh hukumnya memakan daging jallaalah meskipun bukan dari jenis binatang ternak seperti ayam bila terdapati bau najisnya. (Keterangan dan makruh hukumnya memakan daging jallaalah) artinya hukumnya memakan daging serta telur jallaalah makruh begitu juga meminum susunya berdasarkan hadits nabi “Rasulullah SAW melarang memakan daging serta susu jallaalah hingga ia diberi makan (biasa) selama 40 malam” (HR. At-Turmudzy, dan Abu Daud menambahkan ‘dan menungganginya’). Jallaalah ialah hewan yang memakan kotoran hewan, namun yang dimaksud dalam hadits ini adalah memakan najis secara mutlak.

(Keterangan bila terdapati bau najisnya) adalah pembatasan atas hukum makruh dalam arti bila memang daging hewan tersebut terdapati bau, rasa atau warna dari najis yang menjadi makanannya maka makruh memakan dagingnya.Keterangan dalam kitab at-tuhfah “Bila nampak perubahan pada rasa, atau warna, atau bau pada daging Jallaalah sepertiyang dituturkan oleh al-Juwainy dan dijadikan pegangan oleh golongan ulama-ulama mutaakhiriin, ulama yang hanya mensyaratkan perubahan terjadi pada baunya karena menimbang pada kebiasaan terjadinya perubahan.Dan bila tidak tampak perubahan pada bau, rasa, atau warna pada daging Jallaalah maka tidak makruh memakannya meskipun ia tidak memakan makanan selain dari barang najis.

ﻗ‍‍ﻮ‍ﻟ‍‍ﻪ‍: ‍ﻭ‍ﻳ‍‍ﻜ‍‍ﺮ‍ﻩ‍ ‍ﺟ‍‍ﻠ‍‍ﺎ‍ﻟ‍‍ﺔ) ‍ﺃ‍ﻱ‍ ‍ﻭ‍ﻳ‍‍ﻜ‍‍ﺮ‍ﻩ‍ ‍ﺃ‍ﻛ‍‍ﻞ‍ ‍ﻟ‍‍ﺤ‍‍ﻢ‍ ‍ﺍ‍ﻝ‍‍ﺟ‍‍ﻠ‍‍ﺎ‍ﻟ‍‍ﺔ ‍ﻭ‍ﺑ‍‍ﻴ‍‍ﻀ‍‍ﻬ‍‍ﺎ, ‍ﻭ‍ﻛ‍‍ﺬ‍ﺍ ‍ﺷ‍‍ﺮ‍ﺏ‍ ‍ﻟ‍‍ﺒ‍‍ﻨ‍‍ﻬ‍‍ﺎ, ‍ﻟ‍‍ﺨ‍‍ﺒ‍‍ﺮ: ‍ﺃ‍ﻧ‍‍ﻪ‍ - ‍ﺻ‍‍ﻠ‍‍ﻰ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻠ‍‍ﻪ‍ ‍ﻋ‍‍ﻠ‍‍ﻴ‍‍ﻪ‍ ‍ﻭ‍ﺳ‍‍ﻠ‍‍ﻢ‍ -: ‍ﻧ‍‍ﻬ‍‍ﻰ ‍ﻋ‍‍ﻦ‍ ‍ﺃ‍ﻛ‍‍ﻞ‍ ‍ﺍ‍ﻝ‍‍ﺟ‍‍ﻠ‍‍ﺎ‍ﻟ‍‍ﺔ ‍ﻭ‍ﺷ‍‍ﺮ‍ﺏ‍ ‍ﻟ‍‍ﺒ‍‍ﻨ‍‍ﻬ‍‍ﺎ ‍ﺣ‍‍ﺘ‍‍ﻰ ‍ﺗ‍‍ﻌ‍‍ﻠ‍‍ﻒ‍ ‍ﺃ‍ﺭ‍ﺑ‍‍ﻌ‍‍ﻴ‍‍ﻦ‍ ‍ﻟ‍‍ﻴ‍‍ﻠ‍‍ﺔ ‍ﺭ‍ﻭ‍ﺍ‍ﻩ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺘ‍‍ﺮ‍ﻣ‍‍ﺬ‍ﻱ‍.‍ﻭ‍ﺯ‍ﺍ‍ﺩ ‍ﺃ‍ﺑ‍‍ﻮ ‍ﺩ‍ﺍ‍ﻭ‍ﺩ: ‍ﻭ‍ﺭ‍ﻛ‍‍ﻮ‍ﺑ‍‍ﻬ‍‍ﺎ.‍ﻭ‍ﺍ‍ﻝ‍‍ﺟ‍‍ﻠ‍‍ﺎ‍ﻟ‍‍ﺔ ‍ﻫ‍‍ﻲ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺘ‍‍ﻲ‍ ‍ﺗ‍‍ﺄ‍ﻛ‍‍ﻞ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺠ‍‍ﻠ‍‍ﺔ ‍ﻭ‍ﻫ‍‍ﻲ‍ ‍ﺑ‍‍ﻔ‍‍ﺘ‍‍ﺢ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺠ‍‍ﻴ‍‍ﻢ‍ ‍ﻭ‍ﻛ‍‍ﺴ‍‍ﺮ‍ﻫ‍‍ﺎ ‍ﻭ‍ﺿ‍‍ﻤ‍‍ﻬ‍‍ﺎ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺒ‍‍ﻌ‍‍ﺮ‍ﺓ ‍ﻛ‍‍ﺬ‍ﺍ ‍ﻓ‍‍ﻲ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻘ‍‍ﺎ‍ﻣ‍‍ﻮ‍ﺱ‍ ‍ﻟ‍‍ﻜ‍‍ﻦ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻤ‍‍ﺮ‍ﺍ‍ﺩ ‍ﺑ‍‍ﻬ‍‍ﺎ ‍ﻫ‍‍ﻨ‍‍ﺎ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻨ‍‍ﺠ‍‍ﺎ‍ﺳ‍‍ﺔ ‍ﻣ‍‍ﻄ‍‍ﻠ‍‍ﻘ‍‍ﺎ.(‍ﻗ‍‍ﻮ‍ﻟ‍‍ﻪ‍: ‍ﻭ‍ﻟ‍‍ﻮ ‍ﻣ‍‍ﻦ‍ ‍ﻏ‍‍ﻴ‍‍ﺮ ‍ﻧ‍‍ﻌ‍‍ﻢ‍) ‍ﺃ‍ﻱ‍ ‍ﻭ‍ﻟ‍‍ﻮ ‍ﻛ‍‍ﺎ‍ﻧ‍‍ﺖ‍ ‍ﺍ‍ﻝ‍‍ﺟ‍‍ﻠ‍‍ﺎ‍ﻟ‍‍ﺔ ‍ﻣ‍‍ﻦ‍ ‍ﻏ‍‍ﻴ‍‍ﺮ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻨ‍‍ﻌ‍‍ﻢ‍.‍ﻭ‍ﻗ‍‍ﻮ‍ﻟ‍‍ﻪ‍: ‍ﻛ‍‍ﺪ‍ﺟ‍‍ﺎ‍ﺝ‍ ‍ﺑ‍‍ﻔ‍‍ﺘ‍‍ﺢ‍ ‍ﺃ‍ﻭ‍ﻟ‍‍ﻪ‍ ‍ﺃ‍ﻓ‍‍ﺼ‍‍ﺢ‍ ‍ﻣ‍‍ﻦ‍ ‍ﺿ‍‍ﻤ‍‍ﻪ‍ ‍ﻭ‍ﻛ‍‍ﺴ‍‍ﺮ‍ﻩ‍, ‍ﻭ‍ﻫ‍‍ﻮ ‍ﺗ‍‍ﻤ‍‍ﺜ‍‍ﻴ‍‍ﻞ‍ ‍ﻟ‍‍ﻠ‍‍ﻐ‍‍ﻴ‍‍ﺮ.‍ﻭ‍ﻗ‍‍ﻮ‍ﻟ‍‍ﻪ‍: ‍ﺇ‍ﻥ‍ ‍ﻭ‍ﺟ‍‍ﺪ ‍ﻓ‍‍ﻴ‍‍ﻬ‍‍ﺎ ‍ﺭ‍ﻳ‍‍ﺢ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻨ‍‍ﺠ‍‍ﺎ‍ﺳ‍‍ﺔ ‍ﺗ‍‍ﻘ‍‍ﻴ‍‍ﻴ‍‍ﺪ ‍ﻟ‍‍ﻠ‍‍ﻜ‍‍ﺮ‍ﺍ‍ﻫ‍‍ﺔ, ‍ﺃ‍ﻱ‍ ‍ﻣ‍‍ﺤ‍‍ﻞ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻜ‍‍ﺮ‍ﺍ‍ﻫ‍‍ﺔ ‍ﺇ‍ﻥ‍ ‍ﻇ‍‍ﻬ‍‍ﺮ ‍ﻓ‍‍ﻲ‍ ‍ﻟ‍‍ﺤ‍‍ﻤ‍‍ﻬ‍‍ﺎ ‍ﺭ‍ﻳ‍‍ﺢ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻨ‍‍ﺠ‍‍ﺎ‍ﺳ‍‍ﺔ.‍ﻭ‍ﻣ‍‍ﺜ‍‍ﻠ‍‍ﻪ‍ ‍ﻣ‍‍ﺎ ‍ﺇ‍ﺫ‍ﺍ ‍ﺗ‍‍ﻐ‍‍ﻴ‍‍ﺮ ‍ﻃ‍‍ﻌ‍‍ﻤ‍‍ﻪ‍ ‍ﺃ‍ﻭ ‍ﻟ‍‍ﻮ‍ﻧ‍‍ﻪ‍.‍ﻭ‍ﻋ‍‍ﺒ‍‍ﺎ‍ﺭ‍ﺓ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺘ‍‍ﺤ‍‍ﻔ‍‍ﺔ ‍ﻣ‍‍ﻊ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺄ‍ﺻ‍‍ﻞ‍: ‍ﻭ‍ﺇ‍ﺫ‍ﺍ ‍ﻇ‍‍ﻬ‍‍ﺮ ‍ﺗ‍‍ﻐ‍‍ﻴ‍‍ﺮ ‍ﻟ‍‍ﺤ‍‍ﻢ‍ ‍ﺟ‍‍ﻠ‍‍ﺎ‍ﻟ‍‍ﺔ ‍ﺃ‍ﻱ‍ ‍ﻃ‍‍ﻌ‍‍ﻤ‍‍ﻪ‍, ‍ﺃ‍ﻭ ‍ﻟ‍‍ﻮ‍ﻧ‍‍ﻪ‍ ‍ﺃ‍ﻭ ‍ﺭ‍ﻳ‍‍ﺤ‍‍ﻪ‍ ‍ﻛ‍‍ﻤ‍‍ﺎ ‍ﺫ‍ﻛ‍‍ﺮ‍ﻩ‍ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺠ‍‍ﻮ‍ﻳ‍‍ﻨ‍‍ﻲ‍, ‍ﻭ‍ﺍ‍ﻋ‍‍ﺘ‍‍ﻤ‍‍ﺪ‍ﻩ‍ ‍ﺟ‍‍ﻤ‍‍ﻊ‍ ‍ﻣ‍‍ﺘ‍‍ﺄ‍ﺧ‍‍ﺮ‍ﻭ‍ﻥ‍ ‍ﻭ‍ﻣ‍‍ﻦ‍ ‍ﺍ‍ﻗ‍‍ﺘ‍‍ﺼ‍‍ﺮ ‍ﻋ‍‍ﻠ‍‍ﻰ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺄ‍ﺧ‍‍ﻴ‍‍ﺮ ‍ﺃ‍ﺭ‍ﺍ‍ﺩ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻐ‍‍ﺎ‍ﻟ‍‍ﺐ‍.‍ﺍ‍ﻩ‍.‍ﻓ‍‍ﺈ‍ﻥ‍ ‍ﻟ‍‍ﻢ‍ ‍ﻳ‍‍ﻈ‍‍ﻬ‍‍ﺮ ‍ﻣ‍‍ﺎ ‍ﺫ‍ﻛ‍‍ﺮ ‍ﻓ‍‍ﻠ‍‍ﺎ ‍ﻛ‍‍ﺮ‍ﺍ‍ﻫ‍‍ﺔ, ‍ﻭ‍ﺇ‍ﻥ‍ ‍ﻛ‍‍ﺎ‍ﻧ‍‍ﺖ‍ ‍ﻟ‍‍ﺎ ‍ﺗ‍‍ﺄ‍ﻛ‍‍ﻞ‍ ‍ﺇ‍ﻟ‍‍ﺎ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻨ‍‍ﺠ‍‍ﺎ‍ﺳ‍‍ﺔ.‍ﻭ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﺴ‍‍ﺨ‍‍ﻠ‍‍ﺔ ‍ﺍ‍ﻟ‍‍ﻤ‍‍ﺮ‍ﺑ‍‍ﺎ‍ﺓ ‍ﺑ‍‍ﻠ‍‍ﺒ‍‍ﻦ‍ ‍ﻛ‍‍ﻠ‍‍ﺒ‍‍ﺔ ‍ﺃ‍ﻭ ‍ﻧ‍‍ﺤ‍‍ﻮ‍ﻫ‍‍ﺎ ‍ﻛ‍‍ﺎ‍ﻝ‍‍ﺟ‍‍ﻠ‍‍ﺎ‍ﻟ‍‍ﺔ ‍ﻓ‍‍ﻴ‍‍ﻤ‍‍ﺎ ‍ﺫ‍ﻛ‍‍ﺮ.

🌐 Hukumn mengkonsumsi tafshil.

🔻Dengan perincian.🔻
1⃣  jika keadaan daging lele tersebut tidak berubah menjadi berbau/yg lainya maka hukumnya boleh.
2⃣  jika sampe merubah keadaan daging lele tersebbut hukumnya khilaf:
=> makruh menurut qoul ashoh
=> Haram menurut muqobil Ashoh,kecuali jika dagingnya sudah kembali baik,maka hukumnya Halal,pndapat ini di dukung oleh imam Haromain,imam Baghowi,dan imam Ghozali

حاشيتان القليوبي و عميرة ج: ٤ ص:٢٦٢
(وَإِذَا ظَهَرَ تَغَيُّرُ لَحْمِ جَلَّالَةٍ) مِنْ نَعَمٍ أَوْ دَجَاجٍ وَهِيَ الَّتِي تَأْكُلُ الْعَذِرَةَ الْيَابِسَةَ أَخْذًا مِنْ الْجَلَّةِ بِفَتْحِ الْجِيمِ بِالرَّائِحَةِ وَالنَّتِنِ فِي عِرْقِهَا وَغَيْرِهِ. (حَرُمَ) أَكْلُهُ (وَقِيلَ يُكْرَهُ قُلْت الْأَصَحُّ يُكْرَهُ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ) نَقَلَهُ الرَّافِعِيُّ فِي الشَّرْحِ عَنْ إيرَادِ أَكْثَرِهِمْ وَتَبِعَ فِي الْمُحَرَّرِ الْإِمَامَ وَالْبَغَوِيِّ وَالْغَزَالِيَّ فِي تَرْجِيحِهِمْ الْأَوَّلَ. (فَإِنْ عُلِفَتْ طَاهِرًا فَطَابَ لَحْمُهَا) بِزَوَالِ الرَّائِحَةِ (حَلَّ) أَكْلُهُ بِالذَّبْحِ مِنْ غَيْرِ كَرَاهَةٍ وَيَجْرِي الْخِلَافُ فِي لَبَنِهَا وَبَيْضِهَا وَعَلَى الْحُرْمَةِ يَكُونُ اللَّحْمُ نَجَسًا وَهِيَ فِي حَيَاتِهَا طَاهِرَةٌ، وَالْأَصْلُ فِيهَا حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - «نَهَى عَنْ أَكْلِ الْجَلَّالَةِ وَشُرْبِ أَلْبَانِهَا حَتَّى تُعْلَفَ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً» ، رَوَاهُ الدَّارَقُطْنِيّ وَالْحَاكِمُ وَالْبَيْهَقِيُّ.
وَقَالَ الْحَاكِمُ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ وَالْبَيْهَقِيُّ لَيْسَ بِالْقَوِيِّ وَلَفْظُ نَهَى يَصْدُقُ بِالْحُرْمَةِ وَالْكَرَاهَةِ. .

🌐 HUKUM menjual belikan jelas boleh
Karena untuk mengkonsumsinya aja boleh

Sumber Refrensi :
♦ Hasyiah qulyubi umairoh juz:4 hal:262
♦ al-ath'imah
♦ I’aanah at-Thoolibiin II/351

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Kesimpulan ini kami buat berdasarkan hasil diskusi dari semua anggota WAG SANTRI INDONESIA
Dan tidak semuanya bisa di jadikan rujukan hukum

💎 Kekurangan hanya milik kami,dan kesempurna'an hanyalah milik Alloh SWT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

( WAG Santri Indonesia ) 🕋

Bodoh

Mutiara Nasihat
Senin, 22 Agustus 2016
Anda Bodoh ? Jangan Puas Dulu
Bodoh Bukan Kesalahan Yang Patut Disesali Namun Puas Dengan Kebodohan Itulah Kebodohan Sejati. Bodoh adalah wajar, karena setiap manusia diciptakan dalam keadaan bodoh.
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui apapun, dan Allah membekali kalian dengan pendengaran, penglihatan dan hati nurani ( jantung) agar kalian bersyukur” (An-Nahl: 78). Sekedar bodoh bukanlah masalah namun yang jadi masalah bila bodoh namun merasa paling pandai, sehingga marah bila terbukti bodoh, dan hobinya mengajari orang lain agar mereka jadi bodoh seperti dirinya. Orang bodoh paling bodoh bila berbuat kesalahan merasa sedang berbuat kebaikan. Berbuat kesyirikan merasa sedang mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, merendahkan martabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa sedang mengagungkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
“Sudikah kalian aku kabarkan perihal orang paling merugi amalannya? Yaitu orang-orang yang semasa hidupnya di dunia tersesat (salah) amalannya namun mereka merasa sedang berbuat kebaikan.”(Al-Kahfi: 103-104)
( WAG Santri Indonesia )